Pertengahan September, pembayaran non tunai jalan tol baru 49 persen
Sistem pembayaran non tunai di jalan tol sudah mencapai 49 persen, ditargetkan pada akhir Oktober bisa mencapai 100 persen.
AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru mendukung gerakan pembayaran non tunai di semua gerbang jalan tol yang tengah diterapkan oleh pemerintah. Menurutnya, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh Jasa Marga dalam sistem ini, terutama mengurangi waktu transaksi.
"Bagi Jasa Marga, penggunaan cashless ini lebih banyak manfaatnya. Bagi kita non tunai banyak manfaatnya makanya kami jalankan," kata Dwimawan di gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu (27/9).
Untuk itu, dia berharap agar masyarakat mempersiapkan diri untuk beralih ke gerakan non tunai. Dia mencatat hingga pertengahan September 2017, sistem pembayaran non tunai di jalan tol sudah mencapai 49 persen, ditargetkan pada akhir Oktober bisa mencapai 100 persen.
Guna mengedukasi masyarakat untuk melakukan pembayaran non tunai, Jasa Marga telah menyiapkan petugas untuk mengatur kelancaran di gerbang tol. Tujuannya, untuk menyaring pengguna jalan tol yang tidak memiliki kartu agar bisa berpindah ke gerbang tol lainnya.
"Pertama siapkan petugas untuk atur, lalu filter di depan lokasi di mana mereka masih bisa belok ke arteri (jalan umum). Lalu di dalam kami sediakan orang yang jual kartu. Supaya kalau mereka tidak punya dan tidak siap ya silakan beli. Makanya harus ada orang bank di dalam gerbang yang kami berlakukan 100 persen. Itu meminimalisir kesemrawutan," imbuhnya.
Sebelumnya, pemerintah segera memberlakukan sistem pembayaran tol secara non tunai. Terhitung sejak 31 oktober 2017, gerbang-gerbang tol di seluruh Indonesia tidak akan melayani lagi pembayaran tol secara tunai.
"Untuk jadi perhatian kita semua. 31 Oktober semua gerbang tidak akan pakai tunai," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry T. Zuna di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Jumat (8/9).
Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk sadar dan mempersiapkan diri. Sebab, semua jenis transaksi yang bersifat tunai akan dihentikan pada 31 Oktober 2017.
"Kalau tunai dia beli kartu. Tidak ada juga uang kembalian. Sudah tidak ada pilihan lagi di tanggal 31 Oktober," tegasnya.
Baca juga:
Bayar e-money di jalan tol makan waktu 3 detik, tunai 12 detik
Ombudsman sebut BI ngotot aturan isi ulang e-money tak langgar UU mata uang
Ombudsman bakal terbitkan LHP soal dugaan maladministrasi isi ulang e-money
Ombudsman: Sediakan satu gerbang tol untuk transaksi tunai
BI soal isi ulang e-money: Kita akan cari solusi terbaik