Pertamina Tutup Sementara SPBU Sriwijaya Semarang Pasca Insiden Kebakaran Motor
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengambil langkah tegas dengan penutupan SPBU Sriwijaya Semarang sementara waktu menyusul insiden kebakaran motor, menegaskan komitmen terhadap keselamatan dan pelayanan.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah telah mengumumkan penutupan sementara SPBU 44.502.07 di Jalan Sriwijaya, Semarang. Keputusan ini diambil menyusul insiden kebakaran sepeda motor yang terjadi di lokasi tersebut pada hari Senin, 7 April 2026. Penutupan ini menjadi respons cepat Pertamina terhadap kejadian yang memerlukan evaluasi mendalam.
Insiden bermula ketika seorang konsumen mengisi bahan bakar Pertamax untuk sepeda motornya yang dalam kondisi mogok. Setelah pengisian, api tiba-tiba muncul dari sistem kelistrikan kendaraan saat dicoba dinyalakan kembali. Petugas SPBU segera bertindak cepat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menyatakan keprihatinan Pertamina atas kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna memperkuat aspek keselamatan dan pelayanan di seluruh SPBU. Penutupan SPBU Sriwijaya Semarang ini diharapkan menjadi pembelajaran penting.
Kronologi Insiden Kebakaran Motor di SPBU Sriwijaya Semarang
Berdasarkan penelusuran fakta di lapangan dan rekaman CCTV, insiden kebakaran motor di SPBU Sriwijaya Semarang bermula dari kendaraan konsumen yang mogok. Konsumen tersebut mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pertamina.
Setelah selesai mengisi bahan bakar, sepeda motor didorong keluar dari area dispenser. Saat konsumen mencoba menyalakan kembali kendaraannya, api tiba-tiba muncul dari sistem kelistrikan atau pengapian motor. Momen ini terekam jelas dan menjadi bukti awal penyebab kebakaran.
Petugas SPBU dengan sigap melakukan penanganan awal untuk memastikan area sekitar pengisian aman. Mereka kemudian menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api. Tindakan cepat ini berhasil mengendalikan situasi dan mencegah api meluas.
Langkah Tegas Pertamina untuk Peningkatan Keselamatan
Sebagai tindak lanjut insiden, Pertamina menutup sementara SPBU Sriwijaya Semarang untuk pembinaan lebih lanjut. Pembinaan ini fokus pada aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat. Pertamina bekerja sama dengan tim HSSE dan Dinas Pemadam Kebakaran dalam proses ini.
“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen peningkatan pelayanan dan keselamatan,” ujar Taufiq Kurniawan. Selain pembinaan, perbaikan sarana dan prasarana juga akan dilakukan. Hal ini untuk memastikan standar operasional berjalan optimal di SPBU tersebut.
Taufiq juga menegaskan bahwa penggunaan APAR di SPBU tidak dipungut biaya. APAR merupakan bagian dari fasilitas keselamatan yang disediakan untuk kondisi darurat. Setiap petugas SPBU telah dibekali pelatihan penanganan awal kebakaran sebagai bagian dari standar operasional keselamatan.
Imbauan Keselamatan dan Solusi Pengisian BBM
Taufiq Kurniawan mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi kendaraan aman, terutama aspek kelistrikan dan sistem pembakaran. Hal ini penting guna mencegah potensi risiko kebakaran di SPBU. Kewaspadaan konsumen sangat diperlukan demi keamanan bersama.
Konsumen pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan, menyampaikan bahwa dirinya telah mendapatkan penjelasan transparan dari pihak SPBU dan Pertamina. “Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik, masukan saya didengarkan dengan baik dan saya menerima hasilnya,” katanya. Operator SPBU, Giyono, juga menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran.
Selama masa penutupan SPBU Sriwijaya Semarang untuk pembinaan, masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan BBM. Pertamina telah menyediakan alternatif di SPBU terdekat. Konsumen dapat mengisi BBM di SPBU 44.502.29 Jalan Veteran atau SPBU 41.502.01 Coco Jalan Ahmad Yani.
Sumber: AntaraNews