Perbankan prediksi RI bisa untung berkat AS keluar dari TPP
Perbankan prediksi RI bisa untung berkat AS keluar dari TPP. AS disebutnya keluar dari blok dagang bentukannya sendiri itu karena ingin menggalang aliansi perdagangan tanpa mengikutsertakan China. Selain itu, janji politik Trump untuk menggenjot perekonomian disinyalir sulit direalisasi.
Kepala Ekonom CIMB Niaga, Adrian Panggabean, memprediksi Indonesia bisa meraup untung dari keputusan keluarnya Amerika Serikat dari Kemitraan Trans Pasifik (TPP). AS disebutnya keluar dari blok dagang bentukannya sendiri itu karena ingin menggalang aliansi perdagangan tanpa mengikutsertakan China.
"TPP sebenarnya upaya AS untuk menggalang aliansi perdagangan tanpa mengikutsertakan China," kata Adrian di Ritz Carlton Hotel Pasific Place, Jakarta, Kamis (26/1).
"Tapi dengan tarik dirinya AS dari TPP mungkin Indonesia malah diuntungkan karena global value chain yang menguntungkan Vietnam sekarang mungkin menguntungkan Indonesia, mungkin ya," tambah dia.
Selain itu, lanjut dia, janji politik Trump untuk menggenjot perekonomian disinyalir sulit direalisasi. "Beberapa janji politiknya Donald akan sulit direalisasikan misalnya membawa manufaktur ke AS akan sulit karena faktor-faktor yang disampaikan tadi misalnya Dolar terlampau kuat, tenaga kerja tidak ada, ekosistem tidak ada," tutupnya.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump mengambil keputusan mundur dari perjanjian perdagangan bebas TPP. Trump akan memberikan sanksi bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang memindahkan lapangan kerja ke luar negeri.
Baca juga:
Menlu Retno pastikan Indonesia ikuti jejak AS keluar dari TPP
Trump jadi presiden, Indonesia hentikan rencana ikut pasar bebas AS
Liberalisasi dagang dorong reformasi BUMN
Meski tak jelas, RI tetap kaji perdagangan bebas Trans Pasifik
Nasib perdagangan bebas Trans Pasifik tergantung Trump
Mendag: Jangan hanya TPP, kita juga harus khawatirkan Brexit
Jokowi tak pusingkan kebijakan Trump agar AS keluar dari TPP