Per Agustus 2015, setoran dividen Rp 32,136 triliun
Itu 87 persen dari target setoran dividen dalam APBN Perubahan 2015 sebesar Rp 36,957 triliun.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat setoran dividen perusahaan pelat merah mencapai Rp 32,136 triliun pada Agustus 2015. Itu sekitar 87 persen dari target setoran dividen dalam APBN Perubahan 2015 sebesar Rp 36,957 triliun.
Realisasi setoran sebesar itu berasal dari BUMN nonperbankan sekitar Rp 23,252 triliun dan perbankan Rp 8,884 triliun.
"Dividen 2015 akan dapat kami penuhi sebelum penutupan kinerja tahun ini," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno, Jakarta, Kamis (3/9).
Rini menargetkan dividen BUMN non perbankan mencapai sebesar Rp 28,205 triliun. Sedangkan perbankan mencapai Rp 8,752 triliun.
Tahun depan, Rini mengusulkan setoran dividen BUMN sekitar Rp 31,164 triliun. Termasuk dividen saham PT Krakatau Steel Tbk sebesar Rp956 miliar yang merupakan pendapatan non tunai dan in-out.
Target setoran menurun lantaran BUMN memprioritaskan untuk menahan laba.
"Hal ini dimaksudkan untuk mendukung peran BUMN sebagai agent of development, yakni dengan melaksanakan program-program prioritas pemerintah," jelas dia.
Payout ratio (POR) dividen BUMN yang menjalankan proyek-proyek infrastruktur diusulkan sebesar 25 persen. Sedangkan, dividen BUMN perbankan diusulkan maksimal 25 persen. Dan POR BUMN yang memiliki likuiditas yang cukup diusulkan maksimal 40 persen.
Baca juga:
Dongkrak ekonomi, pemerintah kaji pelonggaran izin ekspor tambang
Kemenhub keluarkan tarif anyar batas atas dan bawah angkutan udara
PAN tak berani jamin gabung pemerintah bisa perbaiki ekonomi
Jumlah masyarakat tinggi, Indonesia bisa mandiri perbaiki ekonomi
Akhir Oktober, Kemenhub bakal cabut izin 8 maskapai bermodal cekak
Ini penyebabnya leletnya penyerapan anggaran pemerintah versi FITRA