Penyaluran BBM Pertamina Bireuen: Sukses Tembus Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Di tengah tantangan bencana alam, Pertamina sukses salurkan BBM ke Bireuen Aceh, memastikan ketersediaan energi vital. Bagaimana para relawan menembus isolasi demi masyarakat?
PT Pertamina (Persero) berhasil menuntaskan misi krusial dengan menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Bireuen, Aceh. Penyaluran ini dilakukan untuk menjaga stabilitas suplai energi di daerah yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang. Misi kemanusiaan ini menjadi bukti komitmen Pertamina dalam melayani masyarakat di tengah situasi darurat.
Bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu telah menyebabkan sejumlah daerah terisolasi. Akibatnya, stok BBM di beberapa SPBU Bireuen menipis, mengancam aktivitas warga dan upaya pemulihan. Pertamina bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Dengan mengedepankan keselamatan dan dedikasi tinggi, para awak mobil tangki (AMT) Pertamina berhasil menembus jalur sulit. Mereka menghadapi berbagai rintangan demi mengantarkan pasokan Pertalite dan Biosolar yang sangat dibutuhkan. Keberhasilan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Bireuen untuk kembali beraktivitas normal.
Tantangan Penyaluran BBM di Tengah Bencana
Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, menegaskan komitmen Pertamina. Ia menyatakan bahwa pengiriman BBM selalu diiringi standar keselamatan ketat dan pembaruan informasi jalur aman. "Pertamina selalu memastikan awak mobil tangki (AMT) beroperasi dengan menjaga keselamatan, termasuk pembaruan informasi jalur yang aman," ujar Fahrougi dalam keterangannya.
Bireuen menjadi salah satu daerah yang terisolasi akibat banjir bandang yang melanda Aceh. Akses jalan yang lumpuh menyebabkan stok BBM di SPBU menipis, menghambat pemulihan dan aktivitas masyarakat. Dalam kondisi kritis ini, Pertamina hadir sebagai harapan utama untuk memastikan ketersediaan energi.
Jalur utama menuju Bireuen dari Fuel Terminal (FT) Lhokseumawe lumpuh total akibat bencana. Oleh karena itu, jalur darurat dari FT Krueng Raya diaktifkan untuk menyalurkan BBM. Namun, jalur darurat utama berupa jembatan juga terputus, memaksa penggunaan jalan alternatif yang lebih menantang untuk mencapai Bireuen.
Dedikasi Awak Mobil Tangki Pertamina
Di balik keberhasilan penyaluran BBM ini, terdapat dedikasi luar biasa dari para relawan awak mobil tangki (AMT) Pertamina. Mereka berasal dari FT Lhokseumawe dan FT Krueng Raya, memilih untuk tidak menyerah dalam misi kemanusiaan ini. Komitmen mereka adalah memastikan pasokan energi tidak terputus bagi masyarakat yang berjuang memulihkan kehidupan.
Muzammil (43), seorang AMT asal Bireuen, merasa terpanggil untuk ikut serta dalam misi ini ketika namanya masuk dalam daftar relawan. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah kepercayaan dari perusahaan untuk membantu masyarakat terdampak. "Kami diberikan kepercayaan untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak," tuturnya.
Ia mengaku perjalanan kali ini bukan hal yang mudah, melewati genangan, menghindari jalan yang sebagian berlubang, hingga berjibaku dengan waktu. Meski begitu, lelahnya terbayar saat selang bensin masuk ke dalam tangki pendam SPBU. Muzammil meyakini bahwa misi tersebut adalah bentuk nyata kebermanfaatan. "Tetap semangat untuk semua yang bertugas, bahwa yang kita lakukan pada hari ini adalah sebuah manfaat di kemudian hari," ujarnya.
Semangat serupa juga ditunjukkan oleh Reza Andhika (31), AMT lainnya yang melihat pekerjaannya sebagai penghantar energi memiliki makna lebih dalam. "Kepercayaan itu ada karena dedikasi kita dalam menjalani pekerjaan, dan ini menjadi sebuah kebanggaan untuk bisa membantu masyarakat," ucap Reza. Bagi Reza, ini bukan hanya tentang membawa BBM, tetapi juga membawa harapan agar logistik dan pemulihan ekonomi lokal dapat berjalan kembali.
Sumber: AntaraNews