Penyaluran Bantuan Pangan Rejang Lebong Baru Capai 30 Persen, Bulog Targetkan Tuntas Akhir Mei
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong mencatat realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Rejang Lebong berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari-Maret 2026 baru mencapai 30,22 persen, ditargetkan tuntas akhir Mei.
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong melaporkan bahwa realisasi penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) untuk alokasi Februari hingga Maret 2026 masih mencapai 30,22 persen. Bantuan ini mencakup beras dan minyak goreng yang didistribusikan di tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu. Target penyelesaian penyaluran bantuan ini adalah akhir Mei mendatang.
Kepala Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, A. Musalim Yudha, menjelaskan bahwa total 72.659 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi sasaran program ini. Setiap KPM berhak menerima 20 kilogram beras serta 4 liter minyak goreng. Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat penerima manfaat.
Meskipun realisasi secara keseluruhan masih 30,22 persen, ada perbedaan signifikan antar wilayah. Kabupaten Kepahiang telah berhasil menuntaskan penyaluran 100 persen. Sementara itu, Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan angka realisasi yang masih rendah karena baru memulai distribusinya.
Rincian Penyaluran Bantuan Pangan di Tiga Kabupaten
Perum Bulog Cabang Rejang Lebong menargetkan penyaluran bantuan pangan kepada 72.659 KPM di wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, 37.372 KPM berada di Kabupaten Rejang Lebong, 18.248 KPM di Kabupaten Kepahiang, dan 17.039 KPM di Kabupaten Lebong. Total beras yang akan disalurkan mencapai 1.453.180 kilogram dan minyak goreng MinyaKita sebanyak 290.636 liter.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran beras telah mencapai 439.140 kilogram atau 30,22 persen dari total target. Demikian pula dengan minyak goreng, sebanyak 87.828 liter telah didistribusikan, juga mencapai 30,22 persen. Musalim Yudha optimis bahwa seluruh bantuan dapat tersalurkan sepenuhnya pada akhir Mei 2026.
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu KPM memenuhi kebutuhan pokok mereka. Fokus utama saat ini adalah mempercepat proses distribusi di wilayah yang masih tertinggal.
Keberhasilan Kepahiang dan Tantangan di Rejang Lebong
Kabupaten Kepahiang menjadi wilayah dengan realisasi penyaluran bantuan pangan tertinggi. Daerah ini telah menuntaskan 100 persen penyaluran beras sebanyak 363.960 kilogram dan minyak goreng sebanyak 72.992 liter. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas koordinasi di lapangan.
Berbeda dengan Kepahiang, Kabupaten Lebong mencatat realisasi penyaluran beras sebesar 66.600 kilogram atau 19,54 persen dari target 340.780 kilogram. Untuk minyak goreng, 13.320 liter telah disalurkan dari target 68.156 liter, juga sekitar 19,54 persen. Proses distribusi di Lebong masih terus berjalan untuk mencapai target.
Sementara itu, Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan realisasi paling rendah, yakni hanya 1,01 persen. Sebanyak 7.580 kilogram beras telah disalurkan dari target 747.440 kilogram, dan 1.516 liter minyak goreng dari target 149.488 liter. Rendahnya angka ini disebabkan penyaluran di Rejang Lebong baru dimulai pada 29 April 2026.
Musalim Yudha menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mempercepat proses penyaluran di Rejang Lebong. Ia berharap seluruh distribusi bantuan pangan di tiga kabupaten ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Tujuannya agar bantuan segera diterima oleh masyarakat yang berhak sebelum akhir Mei.
Sumber: AntaraNews