Pengusaha sebut harga BBM turun jadi kompensasi kenaikan UM
Pengusaha mamin juga berharap pemerintah bisa menekan tingkat inflasi tahun ini.
Pengusaha makanan dan minuman (mamin) menyambut baik kebijakan pemerintah yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Alasannya, penurunan ini dianggap sebagai kompensasi dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan naik setiap tahunnya.
"Ini akan bantu industri mamin mengurangi harga pokok, untuk imbangi kenaikan UMP. UMP ini kan sudah naik, supaya harga produk harga tidak tinggi. Jadi penurunan gas, listrik, dan BBM diharapkan ikut turunkan itu," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman di Jakarta, Jumat (8/1).
Selain itu, pengusaha mamin juga berharap pemerintah bisa menekan tingkat inflasi tahun ini. Inflasi Indonesia dinilai menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.
"Jika harga energi turun dan inflasi rendah, daya beli masyarakat yang pada tahun lalu menurun perlahan bisa kembali meningkat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini Kalau inflasi harga produk tinggi dan daya beli masyarakat yang kasihan dan daya saing kita kalah. Ini diharapkan tidak terjadi di 2016," jelas dia.
Sementara itu, khusus untuk pengusaha di sektor transportasi dan logistik, Adhi berharap para pengusaha mau menurunkan biaya logistiknya. Dengan penurunan harga BBM, biaya angkut barang juga harus ikut diturunkan.
"Kita harapkan teman-teman di sektor transportasi untuk turunkan karena BBM ini sudah turun. Sektor transportasi belum turun. Bahkan ada suara katanya belum mau turun," pungkas dia.
Baca juga:
5 Dampak mengejutkan penurunan harga BBM bikin geleng-geleng
Kemenhub: Per 15 Januari, tarif angkutan penumpang turun 5 persen
Tekan biaya logistik, GAPMMI minta pemerintah bangun kawasan berikat
GAPMMI: Pengusaha RI bangun pabrik makanan kecil di Myanmar
Jelang MEA, pemerintah harus bikin iklim usaha kondusif