Penguatan Serapan Telur Peternak: Kementan dan Pemda Bersinergi Jaga Stabilitas Harga
Kementan, Bapanas, dan Pemda Magetan bersinergi memperkuat serapan telur peternak rakyat demi menjaga keberlangsungan usaha dan stabilitas harga di tengah melimpahnya produksi.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah strategis. Mereka memperkuat penyerapan telur ayam ras dari peternak rakyat guna menjaga keberlangsungan usaha di tengah surplus produksi telur yang terjadi saat ini.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun, menegaskan fokus utama adalah keberlanjutan peternak. Selain itu, pemerintah juga memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Kondisi surplus telur memerlukan pengelolaan cepat dan terukur agar tidak menekan harga di tingkat peternak.
Rapat koordinasi telah digelar oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan secara hybrid. Pertemuan ini melibatkan Kementan, Bapanas, asosiasi perunggasan, peternak, serta pelaku usaha untuk membahas percepatan penyerapan telur.
Strategi Kementan untuk Stabilitas Harga Telur
Pemerintah terus mendorong percepatan penyerapan, distribusi, dan penguatan konsumsi telur. Langkah ini vital untuk menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional. Kementan juga meminta pemerintah daerah untuk menertibkan pedagang dan peternak yang menjual telur jauh di bawah Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP).
Makmun menekankan pentingnya peran daerah dalam mengomando harga penjualan telur. Tujuannya agar harga tetap dalam rentang HAP, sehingga peternak memperoleh keuntungan dan termotivasi meningkatkan produksi. Koordinasi Kementan dengan pemerintah daerah, asosiasi, kementerian/lembaga terkait, serta pelaku usaha terus diperkuat.
Koordinasi ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat hilirisasi dan perluasan pasar hasil peternakan. Hal tersebut dilakukan agar produksi peternak rakyat dapat terserap secara optimal.
Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Penguatan Serapan Telur
Pemerintah Kabupaten Magetan telah menyiapkan berbagai langkah cepat untuk membantu penyerapan produksi telur peternak. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menyatakan komitmen tersebut. Pemerintah daerah akan memfasilitasi penyerapan telur melalui gerakan pembelian oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain itu, kampanye konsumsi telur kepada masyarakat juga digalakkan sebagai langkah awal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi fokus penguatan serapan telur. Bantuan sosial dan berbagai program pemenuhan gizi masyarakat turut dimanfaatkan untuk tujuan ini.
Nur Haryani menjelaskan bahwa penyerapan telur melalui Program MBG akan ditingkatkan dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Harapannya, peningkatan ini dapat menyerap lebih banyak produksi telur dari peternak rakyat.
Program konsumsi telur juga diperkuat melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT), dan pencegahan stunting. Program sosial lainnya juga dijalankan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus membantu menjaga harga di tingkat peternak.
Dukungan Pemerintah untuk Keberlanjutan Peternak Rakyat
Sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, pemerintah memastikan kehadirannya untuk menjaga peternak rakyat. Hal ini bertujuan agar peternak tetap mampu berproduksi dan berkembang di tengah dinamika pasar.
Pemerintah optimistis bahwa penguatan serapan telur, distribusi antardaerah, pengendalian biaya produksi, serta peningkatan konsumsi protein hewani akan membawa dampak positif. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas subsektor perunggasan nasional dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Untuk membantu menekan biaya produksi peternak, bantuan jagung subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai disalurkan pada Sabtu (9/5). Harapannya, bantuan ini dapat meringankan biaya pakan dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Sumber: AntaraNews