Pengamat: BI Rate tak akan naik di semester awal
Kondisi inflasi yang terkendali dan nilai Rupiah yang masih bergejolak membuat BI Rate diprediksi belum akan berubah.
Hari ini, bakal diadakan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menentukan besaran suku bunga acuan atau BI Rate. Pengamat Ekonomi Aviliani mengatakan kemungkinan besar BI tidak akan menaikkan BI Rate. Alasannya, nilai tukar rupiah dinilai masih terlalu bergejolak.
"BI Rate kemungkinan masih 7,5 persen sampai semester I tahun ini," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Kamis (12/2).
Menurutnya, jika BI Rate dinaikkan maka levelnya bakal di kisaran 8 persen atau naik 25 basis poin. "Kalau untuk menurunkan kayanya tidak yah kalo tetap iya, kalau menaikkan itu antara 8 persen," jelas dia.
Senada dengan Aviliani, Ekonom Bank Danamon Anton H Gunawan menambahkan, alasan lain BI tidak perlu menaikkan BI Rate hari ini karena inflasi dinilai masih terkendali. "Soalnya inflasi juga masih terkendali. Salah satunya itu," ungkapnya.
Lebih lanjut, Anton memprediksi selama 2014 ini BI memang memungkinkan akan menaikkan BI Rate. Akan tetapi, kenaikan tersebut tidak terlalu banyak dan tidak dilakukan hari ini.
"Tahun ini naik 25 basis poin kalau rupiah sampai menembus di atas Rp 12.500. Kalau (angka) inflasi kayaknya tidak naik," jelas dia.
Sebagai informasi, BI telah menaikkan BI Rate sebanyak 175 basis poin sejak Juni 2013. Terakhir, BI menaikkan BI Rate hingga bertahan pada posisi 7,5 persen pada bulan Desember 2013 lalu. Salah satu alasan BI menaikkan BI rate adalah guna mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan.
Baca juga:
Kenaikan BI Rate gerus laba perbankan tahun lalu
Mantan Gubernur BI sebut kenaikan BI Rate mubazir
Suku bunga KPR makin mencekik masyarakat
Moneter ketat, Sandiaga Uno hindari pasar keuangan
Suku bunga Bank Indonesia tertinggi di dunia