Moneter ketat, Sandiaga Uno hindari pasar keuangan
Merdeka.com - Pengusaha nasional Sandiaga Uno mengaku sedang menghindari pasar keuangan. Alasannya, tahun ini likuiditas masih ketat seiring bertahannya Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI) di level 7,5 persen.
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang dia miliki hanya akan fokus di tiga sektor tradisional, yakni komoditas alam, konsumer, dan infrastruktur.
Sandiaga menuturkan, Bank Pundi yang dia miliki kini tengah menghadapi tantangan. Itu sebabnya dia tak berusaha mendongkrak kinerja anak usahanya di bidang perbankan.
"Untuk keuangan ini tahun penuh tantangan. Karena pengetatan likuditas, kita lagi menggiatkan di sektor lain," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/1).
Investasi Saratoga di sektor tambang, khususnya yang dilakukan Adaro Energy akan terus ditingkatkan. Perusahaan yang sahamnya 51 persen dimiliki oleh kelompok usahanya itu kini masih menjadi produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia.
Tapi, bidikan lain yang sedang ingin digenjot perseroan adalah bisnis konsumer. "Rencana ke depan kita mau konsen di consumer. Sub-sektornya yang kita sudah ada di otomotif," kata Sandiaga.
Di sisi lain, mayoritas belanja modal perusahaan di bawah payung Saratoga belum akan memanfaatkan pembiayaan pasar modal. Dana internal akan jadi tumpuan.
Sandiaga berlasan, dana IPO tahun lalu yang mencapai USD 150 juta telah habis dibelanjakan untuk investasi ke anak-anak usaha. "IPO sudah habis terserap, kita rajin sih memanfaatkan," cetusnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya