Suku bunga Bank Indonesia tertinggi di dunia
Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengumumkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2014 lebih rendah dari target pemerintah, yakni di kisaran 5,2-5,8 persen. Ramalan pesimis ini muncul dari pandangan pelaku usaha yang menilai suku bunga acuan (BI Rate) masih terlalu tinggi.
Kadin menganggap tidak mungkin pemerintah bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen sesuai APBN, jika otoritas moneter mengetatkan kucuran dana.
"Dengan tingkat suku bunga tinggi, likuiditas ketat tidak mendukung adanya pertumbuhan. Seakan-akan memang diredam. Ini salah satu alasan mengapa proyeksi kami pertumbuhan ke depan tidak akan tinggi," kata Ketua Umum Kadin Suryo B. Sulisto di Jakarta, Senin (27/1).
Kepala Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Didik Junaidi Rachbini menuturkan BI Rate yang dipatok 7,5 persen, merupakan acuan bank sentral paling tinggi sedunia. Dia melihat, otoritas moneter negara di G20, tak ada yang menetapkan suku bunga setinggi Indonesia.
"Sampai kapan BI menaikkan terus. Jangan sampai mengorbankan sektor riil. (BI Rate) mendekati 8 persen itu tertinggi di muka bumi, jangan sampai naik lagi," kata Didik.
Dari pantauan Kadin, kenaikan BI Rate tidak otomatis berbanding lurus dengan penurunan inflasi, seperti yang selalu disampaikan Bank Indonesia. Alasannya, masalah struktural, seperti problem pasokan pangan masih terjadi. Impor juga tetap tinggi.
Didik mengingatkan, tanpa perbaikan dari sisi kebijakan pemerintah, langkah BI mengerek suku bunga hanya akan membuat sektor riil sulit bangkit.
"Makanya, proyeksi pertumbuhan tahun ini kita desain realistis. Kalau potensi agar bisa 6 persen masih bisa, tergantung pemerintah apakah menjalankan tugasnya," kata ekonom senior ini. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya