Pengamat: Jokowi jangan pilih orang partai gantikan Arcandra di ESDM
"Yang saya khawatirkan kalau Menteri ESDM baru nanti dari partai adalah syarat dengan kelompok kepentingan."
Masyarakat Indonesia saat ini masih menunggu siapa yang akan menggantikan Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM yang di copot karena kasus dwi kewarganegaraan.
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radhi menyarankan agar presiden mencari orang yang 'merdeka' karena sektor energi sangat menggiurkan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Fahmi menegaskan, jangan sampai Presiden Jokowi memilih orang partai jadi Menteri ESDM.
"Kalau misalnya memutuskan perpanjangan ekspor konsentrat, bisa saja Freeport memberikan imbalan besar kepada orang nomor satu di bidang energi ini. Nah kalau orang partai maka dikhawatirkan ini akan menjadi sasaran korupsi untuk membiayai partainya," katanya dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (20/8).
Dia mencontohkan saat Kementerian ESDM dipegang kendali oleh Jero Wacik yang berasal dari partai politik, yang akhirnya terseret kasus korupsi.
"Karena kita sudah banyak contoh, nah kalau itu ketua ESDM tadi yang dia dari partai, kemudian dia korupsi nah ini betul-betul mengkhianati rakyat di situ, maka yang akan lebih aman bagi ESDM tadi itu bukan dari partai, karena berisiko besar," katanya.
Menurut Fahmi, bisa saja presiden memilih orang partai jika sistem sistem kepartaian Indonesia sudah membaik.
"Yang saya khawatirkan kalau Menteri ESDM baru nanti dari partai adalah syarat dengan kelompok kepentingan. Jadi saya tegas itu ya Menteri ESDM jangan orang partai."
Baca juga:
Pengamat: Pencopotan Arcandra karena isu mafia migas tidak tepat
DEN: Pencopotan Arcandra dari Menteri ESDM terlalu prematur
Demokrat: Banyak yang lebih clear, tak gaduh seperti Arcandra
Cari celah buat kewarganegaraan Arcandra
Pasal ini dinilai bisa cepat kembalikan status WNI Arcandra Tahar
'Proses pemberian kewarganegaraan Archandra sama dengan Gonzales'
Arcandra tak bisa diberi status WNI khusus karena belum berjasa