Pemprov Kalbar Perkuat Pemerataan Lewat Program Gema Membangun Desa di Daerah Terpencil
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengimplementasikan program Gema Membangun Desa di Desa Sambora, Mempawah, sebagai langkah nyata pemerataan pembangunan dan layanan, sekaligus mendongkrak ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pembangunan dan layanan dengan meluncurkan program Gema Membangun Desa. Inisiatif strategis ini menyasar Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, sebagai upaya akselerasi pembangunan dari kawasan pedesaan. Program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan manifestasi konkret dari visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar untuk periode 2025-2030.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa program Gema Membangun Desa adalah instrumen utama untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan. Tujuannya adalah menyentuh urat nadi perekonomian di desa, sehingga masyarakat desa tidak merasa jauh dari pelayanan pemerintah. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara masif langsung dari sumbernya, yaitu desa.
Program Gema Membangun Desa di Desa Sambora ini menghadirkan berbagai layanan terpadu yang diberikan secara gratis maupun bersubsidi. Langkah "jemput bola" ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Mempawah dan masyarakat setempat. Kehadiran langsung pemerintah provinsi di tingkat desa menjadi harapan yang kini terwujud, membawa dampak positif bagi kemajuan daerah.
Gema Membangun Desa: Fokus Pembangunan Inklusif di Pedesaan
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyatakan bahwa program Gema Membangun Desa merupakan prioritas utama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. "Program ini adalah instrumen utama untuk memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi menyentuh urat nadi perekonomian di desa," kata Gubernur Ria Norsan di Pontianak, Minggu (10/5/2026). Dia menambahkan bahwa pihaknya ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara masif langsung dari sumbernya, yaitu desa.
Melalui program ini, Pemprov Kalbar bertekad agar desa-desa di Kalimantan Barat bertransformasi menjadi entitas yang mandiri. Kolaborasi warga dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini dioptimalkan melalui Kopdeskel menjadi kunci. Desa didorong untuk menciptakan Pendapatan Asli Desa (PADes) sendiri, mengurangi ketergantungan pada Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat.
Bupati Mempawah, Erlina, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, menyambut baik inisiatif ini. "Inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk jemput bola," ujar Bupati Erlina. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa perhatian pemerintah provinsi di tengah-tengah masyarakat desa sangat dibutuhkan. Kehadiran langsung ini diharapkan membawa solusi instan bagi kebutuhan warga.
Layanan Terpadu untuk Kesejahteraan Masyarakat
Dalam pelaksanaan Gema Membangun Desa di Desa Sambora, Pemprov Kalbar mengerahkan belasan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Hironimus Hero, menekankan bahwa inovasi program ini dirancang strategis. Tujuannya adalah memangkas jarak birokrasi dan menghadirkan solusi instan kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 19 jenis pelayanan terpadu diberikan kepada masyarakat Desa Sambora. Layanan ini mencakup berbagai sektor penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa. Program-program tersebut diberikan secara gratis maupun bersubsidi, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.
Beberapa layanan utama yang diberikan meliputi:
Hironimus Hero juga mengingatkan bahwa hampir seluruh potensi kekayaan alam Kalimantan Barat tersimpan di pedesaan. "Pertanian di situ, kemudian pertambangan di situ, perikanan di situ, kemudian pariwisata di situ. Semua potensi ekonomi ada di desa," jelas Hironimus. Hal ini menegaskan pentingnya fokus pembangunan di tingkat desa.
Potensi Desa Sambora dan Sinergi Pembangunan
Kepala Desa Sambora, Fransiskus, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Desa Sambora sebagai pusat kegiatan Gema Membangun Desa. Program ini menjadi suntikan moral bagi warga untuk terus berbenah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kehadiran program provinsi ini merupakan yang pertama kali di Desa Sambora, setelah sebelumnya kegiatan serupa lebih sering dilaksanakan di tingkat kabupaten.
Desa Sambora sendiri memiliki potensi wisata yang menjanjikan, yaitu olahraga paralayang. Potensi ini bahkan sempat menarik perhatian Gubernur Ria Norsan beserta jajarannya saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu. Pemerintah desa bahkan telah lebih dulu memulai pembangunan kawasan tersebut sebelum penetapan program provinsi, menunjukkan inisiatif lokal yang kuat.
"Sejak awal sebelum ada agenda Gema Membangun Desa ini, kami sudah memiliki kegiatan pengembangan destinasi wisata paralayang. Mungkin langkah itu yang membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mau berkolaborasi dengan pemerintah Desa Sambora," ungkap Fransiskus. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa diharapkan menjadi katalisator bagi Kalbar yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Sumber: AntaraNews