Pemprov Jatim Gencarkan Stabilisasi Harga Sembako Jelang Natal di Lumajang
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Lumajang untuk Stabilisasi Harga Sembako dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara aktif berupaya menstabilkan harga sembako di pasaran. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang akan datang. Salah satu inisiatif utama adalah dengan menggelar pasar murah di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lumajang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah. Kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan bersamaan dengan agenda kunjungan gubernur ke daerah atau di lokasi strategis lainnya. Namun, Khofifah menekankan bahwa lokasi pasar murah selalu dipilih agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional, guna menghindari persaingan langsung dengan pedagang lokal.
Terbaru, Pemprov Jatim telah menyelenggarakan pasar murah ke-290 di halaman Balai Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Inisiatif ini menjadi program komplementer yang memperkuat upaya stabilisasi pangan yang juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat.
Upaya Pemerintah Stabilkan Harga dan Daya Beli
Menjelang periode Natal dan Tahun Baru, yang kemudian akan berlanjut ke bulan Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah memprediksi adanya lonjakan permintaan sembako. Oleh karena itu, diperlukan intervensi ekstra untuk mencegah lonjakan permintaan tersebut berdampak pada kenaikan harga yang signifikan. Program pasar murah ini menjadi salah satu bentuk intervensi vital dari Pemprov Jatim.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim bertekad melakukan intervensi guna mencapai stabilisasi harga dan mengendalikan dampak inflasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat tetap memiliki daya jangkau yang memadai untuk memenuhi kebutuhan logistiknya. Keterjangkauan harga sembako menjadi prioritas utama demi kesejahteraan warga.
Masyarakat kini semakin peka terhadap perubahan harga komoditas di pasaran. Fenomena ini terlihat dari beberapa komoditas yang cepat habis terjual di pasar murah, salah satunya adalah bawang merah. Tingginya minat masyarakat terhadap bawang merah menunjukkan bahwa harganya sedang mengalami kenaikan di pasar umum, sehingga pasar murah menjadi solusi yang sangat dinantikan.
Ragam Komoditas dan Harga Terjangkau di Pasar Murah
Dalam pasar murah yang diselenggarakan di Lumajang, berbagai komoditas pokok dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Misalnya, beras premium ditawarkan seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per 5 kilogram. Sementara itu, beras SPHP dijual seharga Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per 5 kilogram, jauh lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp13.000 per kilogram.
Selain beras, komoditas lain juga tersedia dengan stok yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini termasuk gula pasir seharga Rp14.000 per kilogram dan MinyaKita seharga Rp13.000 per liter. Telur ayam ras tersedia dengan harga Rp22.000 per pack, sedangkan bawang merah dijual Rp7.000 per 250 gram dan bawang putih Rp6.000 per 250 gram.
Tepung terigu juga tersedia seharga Rp10.000 per kilogram, dan daging ayam ras dijual dengan harga Rp30.000 per pack. Ketersediaan komoditas dengan harga yang stabil ini sangat membantu masyarakat. Salah seorang warga Lumajang, Yayuk, mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan beras dan telur gratis untuk cucunya dalam kegiatan pasar murah tersebut, yang sangat meringankan bebannya.
Pemberdayaan UKM Lokal Melalui Pasar Murah
Selain fokus pada Stabilisasi Harga Sembako, kegiatan pasar murah ini juga dimanfaatkan oleh Pemprov Jatim untuk memberi ruang bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal. Ini adalah kesempatan emas bagi UKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk mereka kepada masyarakat luas. Produk-produk UKM yang berkualitas turut dikurasi dalam acara ini.
Kurasi produk UKM lokal ini memiliki tujuan jangka panjang, yaitu untuk memberikan kesempatan kepada mereka mengikuti Misi Dagang Pemprov Jatim. Misi dagang ini akan membawa produk-produk unggulan Jawa Timur ke berbagai provinsi di Indonesia. Tidak hanya makanan dan minuman, Pemprov Jatim juga mencari produk-produk lain yang berpotensi untuk dikurasi dan dipromosikan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews