Pemprov Banten dan Bank Banten Raih Penghargaan The Asian Post 2026 atas Kinerja Keuangan Daerah dan Perbankan Solid
Pemprov Banten dan Bank Banten berhasil meraih penghargaan The Asian Post 2026 dari Infobank, mengukuhkan kinerja solid dalam pengelolaan keuangan daerah dan penguatan perbankan. Penasaran detail capaiannya?
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama BUMD Perseroda Bank Banten baru saja dianugerahi penghargaan prestisius. Mereka meraih The Asian Post The Best Regional Champion 2026 dari grup media Infobank. Penghargaan ini mengukuhkan kinerja solid pengelolaan keuangan daerah dan kelembagaan perbankan di wilayah tersebut.
Asisten Daerah Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, menyatakan kebanggaannya di Serang pada Sabtu. Rina menegaskan bahwa capaian ini merupakan indikator positif arah kebijakan fiskal dan penguatan bank daerah. Ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah telah berada pada jalur yang tepat dan berkelanjutan.
Dalam ajang penghargaan tersebut, Pemprov Banten dinobatkan sebagai The 2nd Best Province in Financial Index. Sementara itu, Bank Banten berhasil menyabet predikat Bank Rising Power Regional Bank. Riset Infobank ini didasarkan pada laporan keuangan periode September 2024 hingga September 2026.
Indeks Kemandirian Fiskal Banten yang Solid
Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) Provinsi Banten menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), IKF Banten pada tahun 2024 mencapai 72,76. Angka ini naik dari 72,25 pada tahun 2023, menandakan kemandirian finansial yang semakin kuat.
Kinerja fiskal Pemprov Banten sangat solid dengan total pendapatan daerah mencapai Rp12,4 triliun. Pendapatan ini didominasi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menyentuh angka Rp9,0 triliun. Kontribusi PAD ini mencapai 72,76 persen dari total pendapatan daerah, menunjukkan efektivitas pengelolaan sumber daya lokal.
Sektor pajak daerah menjadi tulang punggung utama dalam peningkatan PAD Banten. Pajak daerah berhasil menyumbang Rp8,6 triliun dari total PAD. Ini mencerminkan potensi ekonomi daerah yang besar dan kepatuhan wajib pajak yang baik.
Dari sisi pengeluaran, Banten mencatat total belanja sebesar Rp11,9 triliun. Pos belanja ini meliputi belanja pegawai Rp2,4 triliun, belanja barang dan jasa Rp3,8 triliun, serta belanja modal Rp1,1 triliun. Angka ini menunjukkan alokasi anggaran yang terencana untuk berbagai kebutuhan pembangunan.
Penguatan Bank Banten Melalui KUB dan Kepercayaan Publik
Bank Banten menunjukkan tren positif setelah berhasil menuntaskan proses Kelompok Usaha Bank (KUB). Sinergi ini terjalin dengan Bank Jatim, membawa dampak signifikan bagi perseroan. KUB ini memperkuat permodalan, sistem operasional, dan meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap Bank Banten.
Penguatan ini terbukti dengan kepercayaan sejumlah pemerintah daerah untuk menempatkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) mereka. Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang kini mempercayakan Bank Banten sebagai mitra keuangan. Hal ini menunjukkan peningkatan reputasi dan kapabilitas Bank Banten di mata pemerintah daerah.
Rina Dewiyanti berharap Bank Banten dapat terus tumbuh menjadi institusi yang lebih kuat dan adaptif di masa depan. Pertumbuhan ini diharapkan mampu memperluas kontribusinya dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten secara berkelanjutan.
Metodologi Penilaian The Asian Post Infobank
Riset The Asian Post The Best Regional Champion 2026 oleh Infobank dilakukan secara komprehensif. Penilaian ini didasarkan pada laporan keuangan bank periode September 2024 hingga September 2026. Metodologi ini memastikan data yang digunakan adalah yang paling mutakhir dan relevan.
Sejumlah indikator utama diukur dalam penilaian ini untuk menentukan kinerja perbankan. Indikator tersebut meliputi permodalan, yang mencakup Capital Adequacy Ratio (CAR) dan modal inti. Pertumbuhan kredit juga menjadi salah satu fokus utama dalam evaluasi.
Rentabilitas bank diukur melalui Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan laba yang dihasilkan. Likuiditas dinilai dari Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Tingkat efisiensi operasional juga dievaluasi melalui Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).
Keseluruhan indikator ini memberikan gambaran yang holistik tentang kesehatan finansial dan operasional Bank Banten. Hasil penilaian ini memperkuat posisi Bank Banten sebagai bank daerah yang berkinerja baik. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari upaya perbaikan dan pengembangan yang telah dilakukan.
Sumber: AntaraNews