Pemkot Medan Ajak Kadin Tingkatkan Investasi, Perkuat Ekonomi Daerah
Pemerintah Kota Medan mengajak Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Medan untuk meningkatkan investasi dan hilirisasi produk guna memperkuat ekonomi daerah serta mendukung program gizi nasional.
Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini secara aktif mengajak Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Medan untuk meningkatkan investasi. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Ajakan ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas usai menghadiri pelantikan Kadin Kota Medan pada Rabu, 15 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menekankan pentingnya peran Kadin sebagai motor penggerak ekonomi. Ia mendorong Kadin untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi, tetapi juga pada hilirisasi produk lokal. Tujuannya agar produk-produk dari Medan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk kancah internasional.
Selain itu, Wali Kota Medan juga mengajak Kadin Kota Medan untuk mencetak pengusaha di sektor pangan. Inisiatif ini sangat krusial dalam mendukung kebutuhan program makanan bergizi yang dicanangkan pemerintah. Kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut sangat besar, menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan bagi para pelaku usaha lokal.
Kadin Dorong Peningkatan Investasi dan Hilirisasi Produk
Wali Kota Medan Rico Waas secara tegas mengajak Kadin untuk memperkuat perekonomian kota melalui peningkatan investasi dan hilirisasi produk. Ia berharap Kadin dapat berperan lebih dari sekadar normatif, melainkan menjadi kekuatan revolusioner. Tujuannya adalah membawa produk-produk lokal dari Medan menuju pasar internasional.
Sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan Kadin diharapkan mampu mengeksekusi peningkatan investasi secara signifikan. Kolaborasi ini juga mencakup pemanfaatan program nasional serta transformasi UMKM agar dapat naik kelas. Dengan demikian, ekosistem bisnis di Medan akan semakin berkembang dan berdaya saing global.
Kadin tidak lagi bekerja secara normatif, melainkan revolusioner dalam membawa produk lokal ke pasar internasional. Harapan besar ditumpukan pada organisasi ini untuk menjadi hub perdagangan yang mengedepankan nilai tambah produk melalui hilirisasi. Ini akan menciptakan peluang baru bagi pengusaha dan masyarakat Medan.
Mendukung Program Gizi dan Ketahanan Pangan Daerah
Rico Waas juga mengajak Kadin Medan untuk mencetak pengusaha-pengusaha di sektor pangan. Hal ini sangat penting guna mendukung kebutuhan program makanan bergizi yang sedang berjalan. Kebutuhan bahan pangan untuk program ini sangat besar dan berkelanjutan, menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan.
Sebagai contoh, kebutuhan telur di Kota Medan bisa mencapai 5,6 juta butir per bulan untuk mendukung program gizi. Data menunjukkan bahwa target Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Medan mencapai 255 titik. Program ini diproyeksikan melayani sekitar 700.000 jiwa setiap harinya.
Melihat skala kebutuhan yang masif ini, rantai pasok bahan pangan perlu diperkuat secara signifikan. Ini penting untuk memastikan ketersediaan stok yang stabil di Kota Medan. Keterlibatan Kadin dalam mencetak pengusaha pangan akan sangat membantu dalam memenuhi permintaan pasar yang tinggi ini.
Komitmen Kadin untuk Kolaborasi Ekonomi Medan
Ketua Kadin Kota Medan Armand Chandra menegaskan komitmen organisasinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Medan. Sinergi ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi daerah yang tangguh dan inklusif. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang ada.
Armand Chandra menyadari bahwa Kadin tidak dapat berjalan sendiri dalam upaya pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, Kadin Medan siap berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Medan. Tujuannya adalah membangun fondasi ekonomi kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Melalui semangat “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan,” Kadin berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat. Organisasi ini juga akan memperluas jejaring bisnis serta menjadikan Medan sebagai pusat ekonomi inklusif di gerbang barat Indonesia.
Sumber: AntaraNews