Pemkot Malang Optimalkan Becak Listrik Jadi Layanan Wisata Unggulan, Targetkan Jutaan Kunjungan
Pemerintah Kota Malang serius menggarap potensi becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto sebagai daya tarik wisata. Optimalisasi Becak Listrik Malang ini diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan dengan regulasi dan layanan terpadu.
Pemerintah Kota Malang tengah gencar menyusun skema optimalisasi operasional becak listrik untuk menunjang sektor pariwisata daerah. Inisiatif ini bertujuan menjadikan becak listrik sebagai layanan wisata unggulan yang menarik bagi pengunjung kota. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Kota Malang di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Koordinasi intensif telah dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang bersama berbagai pihak terkait. Pembahasan melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), serta Dinas Perhubungan setempat. Fokus utama adalah pematangan regulasi berupa peraturan wali kota yang akan mengatur pemanfaatan angkutan ramah lingkungan ini.
Becak listrik ini merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan pada 20 Januari 2026 kepada 200 pengayuh becak lansia di Balai Kota Malang. Dengan adanya dukungan ini, Pemkot Malang berupaya menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi dan modern. Konsep layanan berbasis aplikasi digital juga sedang digodok sesuai arahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat untuk kemudahan akses.
Regulasi dan Integrasi Layanan Becak Listrik
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaki, menjelaskan bahwa regulasi teknis berupa peraturan wali kota untuk becak listrik sedang dalam tahap finalisasi. Pembahasan regulasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan operasional dan manfaat maksimal bagi pariwisata. Poin-poin penting yang dibahas meliputi detail rute perjalanan, titik pemberhentian yang strategis, serta pengembangan konsep layanan digital.
Integrasi layanan digital menjadi kunci untuk menghadirkan kemudahan bagi wisatawan dalam mengakses becak listrik. Konsep ini sejalan dengan visi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat untuk menciptakan pengalaman wisata yang modern dan efisien. Dengan aplikasi digital, wisatawan dapat dengan mudah memesan becak listrik dan merencanakan perjalanan mereka ke berbagai destinasi menarik di Kota Malang.
Baihaki menyatakan optimismenya bahwa penataan operasional becak listrik akan secara signifikan meningkatkan kualitas layanan pariwisata. Inisiatif ini tidak hanya akan memudahkan wisatawan, tetapi juga berpotensi menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan. Setelah sistem berjalan optimal, Pemkot Malang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak becak listrik terhadap kunjungan wisata.
Target Kunjungan Wisata dan Dampak Ekonomi
Kota Malang menargetkan kunjungan wisata sebanyak 3,4 juta wisatawan sepanjang tahun 2026, menunjukkan ambisi besar dalam sektor pariwisata. Data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang menunjukkan bahwa pada kuartal I 2026, angka kunjungan telah mencapai 796.688 wisatawan, terdiri dari 787.047 wisatawan nusantara dan 9.841 wisatawan mancanegara. Jumlah ini menandakan potensi besar yang terus berkembang.
Optimalisasi becak listrik diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama pencapaian target tersebut. Angkutan wisata yang unik dan ramah lingkungan ini dipercaya akan menambah daya tarik Kota Malang sebagai destinasi. Peningkatan jumlah wisatawan secara langsung akan berdampak positif pada perekonomian lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan kewenangan untuk menyiapkan rute becak listrik. Dishub akan segera berkoordinasi dengan paguyuban becak listrik untuk merumuskan rute yang aman dan efektif. Kawasan tertib lalu lintas seperti Jalan Ijen saat ini tidak boleh dilalui becak tanpa mesin, namun rute lain akan diidentifikasi untuk becak listrik.
Dukungan Industri Perhotelan dan Harapan Pengusaha
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyambut baik rencana optimalisasi becak listrik sebagai sarana wisata. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk menyediakan tempat pemberhentian atau pool khusus becak listrik di setiap hotel yang berdekatan dengan objek wisata. Ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.
Agoes Basoeki menilai bahwa dua hingga tiga unit becak listrik per hotel akan menjadi jumlah yang relevan untuk melayani tamu. Kehadiran koordinator angkutan dari Pemkot Malang juga diharapkan dapat memastikan operasional yang teratur dan terkoordinasi. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang menginap di hotel.
Banyak tamu hotel yang menunjukkan antusiasme terhadap becak listrik, mengingat pengalaman berwisata dengan becak dianggap lebih berkesan. Agoes Basoeki berharap penyusunan regulasi dapat segera tuntas agar becak listrik dapat segera beroperasi melayani wisatawan. "Tamu hotel banyak yang menanyakan soal ini, mereka merasa kalau jalan-jalan ke Kota Malang naik becak lebih berkesan," ujarnya.
Sumber: AntaraNews