Pemkab Barito Utara Genjot Pembangunan Jembatan Muara Teweh Lemo, Tingkatkan Konektivitas Wilayah
Pemerintah Kabupaten Barito Utara mempercepat Pembangunan Jembatan Muara Teweh Lemo demi meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan warga. Proyek strategis ini bagian dari program GASPOL 11-12.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur vital, yakni Jembatan Muara Teweh - Lemo. Proyek strategis ini berlokasi di Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, dan melintasi Sungai Barito.
Inisiatif ini bertujuan utama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, Muhammad Iman Topik, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah program pokok. Peninjauan lapangan telah dilakukan untuk memastikan progres sesuai perencanaan teknis dan kondisi sosial.
Fokus Peningkatan Konektivitas dan Program GASPOL 11-12
Muhammad Iman Topik menjelaskan bahwa Jembatan Muara Teweh - Lemo merupakan salah satu program utama Pemkab Barito Utara. Proyek ini secara khusus berfokus pada peningkatan konektivitas wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi bagian integral dari program unggulan Bupati Barito Utara, Shalahuddin, yang dikenal sebagai GASPOL 11-12. GASPOL 11-12 sendiri merupakan akronim dari Gerak Akselerasi Strategis Pembangunan Optimal.
Konsep GASPOL 11-12 dirancang sebagai pembangunan terintegrasi yang tidak hanya mengejar hasil jangka pendek. Namun, program ini juga berorientasi pada keberlanjutan demi kemajuan daerah.
Topik menambahkan, pihaknya ingin memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Terutama dalam hal peningkatan akses dan mobilitas bagi seluruh warga.
Komitmen Pemkab dan Manfaat Jembatan
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, secara terpisah menegaskan bahwa percepatan pembangunan Jembatan Muara Teweh - Lemo adalah bentuk komitmen nyata pemerintah daerah. Komitmen ini ditujukan untuk membuka akses pembangunan wilayah secara lebih luas.
Menurut Shalahuddin, percepatan proyek ini menunjukkan keseriusan Pemkab Barito Utara dalam mengembangkan daerah. Tujuannya agar wilayah dapat berkembang dan maju secara signifikan.
Beliau juga menekankan bahwa infrastruktur penghubung memiliki peran strategis sebagai penopang utama aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik masyarakat. Jembatan ini akan menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan.
Dengan adanya percepatan pembangunan jembatan ini, Pemkab Barito Utara berharap konektivitas antarwilayah semakin baik. Mobilitas masyarakat diharapkan meningkat, aktivitas ekonomi lebih lancar, serta pelayanan publik optimal hingga ke desa.
Progres dan Penanganan Dampak Sosial
Peninjauan Jembatan Muara - Lemo (Lemo–Lemo Seberang) yang melintasi Sungai Barito ini dilakukan oleh tim teknis. Rombongan turut didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Barut Bahrum F Girsang, Plt Camat Teweh Tengah Dudy Bagus Prasetyo, Kepala Bidang Bina Marga Dedi, dan Kepala Bidang Jasa Konstruksi Andriano.
Topik menjelaskan bahwa peninjauan lapangan krusial untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan teknis. Selain itu, aspek kondisi sosial di lapangan juga menjadi perhatian utama.
Selain melihat progres fisik, rombongan juga melakukan musyawarah dan negosiasi terkait ganti rugi lahan. Pembicaraan ini mencakup bangunan milik warga yang terdampak langsung oleh proyek pembangunan.
Langkah proaktif ini diambil untuk menghindari potensi hambatan dalam pelaksanaan proyek. Dengan demikian, pembangunan jalan dan jembatan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Sumber: AntaraNews