Pemilik minimarket akui rokok sumbang pendapatan besar
Pemilik Minimarket Qia, anggota Komunitas Ritel Sampoerna, Tachlis mengaku pendapatan tokonya lebih besar dari penjualan rokok. Pihaknya sudah sering mencegah pembelian rokok terhadap anak di bawah umur. Meski tak memungkiri masih banyak anak-anak yang mengunjungi tokonya hanya untuk membeli rokok.
Pemilik Minimarket Qia, anggota Komunitas Ritel Sampoerna, Tachlis mengaku pendapatan tokonya lebih besar dari penjualan rokok. Namun, dia enggan membeberkan berapa hasil pendapatan dari penjualan rokok tersebut.
"Iya paling besar (pendapatan) dari rokok. Dan dibanding yang lain Sampoerna lebih banyak (penjualan)," katanya di minimarket Qia, Jakarta, Kamis (14/12).
Meski begitu, dia ikut mendukung komitmen Sampoerna dalam pencegahan akses pembelian rokok oleh anak di bawah usia 18 tahun.
"Melalui program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) saya menjadi paham bahwa dukungan Sampoerna terhadap toko kami tidak hanya terbatas pada bisnis penjualan, namun bagaimana kami dapat menjalankan usaha kami secara bertanggung jawab dan taat pada peraturan yang berlaku di Indonesia," ujar Tachlis.
Sebelum ada program tersebut pihaknya sudah sering mencegah pembelian rokok terhadap anak di bawah umur. Meski tak memungkiri masih banyak anak-anak yang mengunjungi tokonya hanya untuk membeli rokok.
"Kita saranin rokok itu tidak baik. Lebih baik beli minuman atau makanan," tandasnya.
Baca juga:
Sampoerna gandeng 40.000 minimarket larang jual rokok ke anak di bawah 18 tahun
Peneliti: Kerugian akibat rokok tembus Rp 596,61 triliun
Harapan pedagang di balik pelarangan pemajangan produk rokok di Bogor
Panen bagus, tembakau sumbang devisa Rp 150 triliun
Bos Bea Cukai beberkan alasan kenaikan cukai rokok 10,04 persen di 2018
Pro kontra keputusan Pemerintah Jokowi naikkan cukai untuk tekan jumlah perokok
Naikkan cukai rokok tahun depan, Menteri Sri Mulyani segera terbitkan PMK