Pemerintah siapkan Rp 766 M bangun infrastruktur di kawasan wisata
Dana ini akan digunakan untuk penyediaan air baku, pemeliharaan jalan dan pelebaran jalan. Kemudian menyediakan air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah dan penataan kawasan kumuh, serta meningkatkan kondisi atau kualitas perumahan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menyiapkan Rp 766 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan wisata pada tahun 2017 mendatang. Dana ini difokuskan untuk tiga destinasi wisata prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika.
"Dana tersebut akan difokuskan ketiga destinasi wisata yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika," Jelas Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Rido Matari Ichwan di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (28/10).
Rido menjelaskan, anggaran ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti penyediaan air baku di Danau Toba membutuhkan dana sebesar Rp 166 miliar, untuk di Borobudur sebesar Rp 16 juta, dan di Mandalika sebesar Rp 34 juta.
"Kalau untuk Pemeliharaan jalan dan pelebaran jalan Danau Toba sebesar Rp 278 miliar, Borobudur Rp 36 juta dan Mandalika sebesar Rp 3juta," jelasnya.
Kemudian, penyediaan air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah dan penataan kawasan kumuh Danau Toba sebesar Rp 57 juta, Borobudur sebesar Rp 17 juta, dan Mandalika sebesar Rp 110 juta.
Untuk Peningkatan Kondisi atau Kualitas perumahan Dana Toba sebesar Rp 15 juta, Borobudur sebesar Rp 3 juta, dan Mandalika sebesar Rp 26 juta.
Baca juga:
Strategi Kementerian PU-Pera kembangkan pariwisata di Indonesia
Tertipu pengembang rumah subsidi
Pemerintah buka-bukaan banyak pengembang malas bangun rumah murah
Kementerian PU-Pera: Program Tapera mulai berjalan akhir 2017
Pemerintah minta pengembang perumahan manfaatkan dana di pasar modal
Indonesia tertinggal 60 tahun dengan Singapura soal UU Tapera
Pemerintah anggarkan Rp 15,6 T bangun perumahan MBR tahun depan