Pemerintah Mulai Bangun Flyover Sitinjau Lauik I, Nilai Investasi Rp2,79 Triliun
Proyek ini memiliki masa konsesi 12,5 tahun yang terbagi menjadi 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.
PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) melaksanakan Groundbreaking Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) pada hari ini, Sabtu (3/5) di Lubuk Paraku, Kota Padang.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan proyek Flyover Sitinjau Lauik I ini dilakukan melalui kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Saat ini, pemerintah masih terus melakukan pembebasan lahan untuk kelancaran proses pembangunan.
"Meskipun sudah dilaksanakan groundbreaking, akan tetapi masih ada proses pembebasan lahan dan persetujuan desain yang mungkin dalam beberapa bulan kedepan belum ada pekerjaan konstruksi yang signifikan,” ujar Dody di lokasi.
Di menyebut pembangunan proyek Flyover Sitinjau Lauik I ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 2,79 triliun. Proyek ini memiliki masa konsesi 12,5 tahun yang terbagi menjadi 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.
"Setelah groundbreaking ini, HPSL akan melanjutkan proses tender kontraktor pelaksana dan menyelesaikan penyusunan desain yang dilanjutkan dengan proses konstruksi," ucapnya.
Direktur HPSL, Michael AP Rumenser, menjelaskan bahwa proyek ini telah memasuki fase formal dengan diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 14 April 2025 yang menandai dimulainya tanggal efektif KPBU. Dengan ini, persiapan pembangunan proyek ini sudah resmi berjalan.
"Setelah tanggal efektif 14 April 2025, maka Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) akan memproses terkait pembebasan lahan," ucapnya.
Proyek untuk Efisiensi Logistik
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade turut memberikan dukungan terhadap proyek strategis ini. Dia menyatakan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur untuk Sumatera Barat.
“Proyek ini tidak hanya penting dari sisi konektivitas, tetapi juga dari sisi keselamatan dan efisiensi logistik,” ujarnya.
Proyek Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) akan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Solok, dua kota penting di Sumatera Barat. Flyover ini dirancang sebagai solusi atas tikungan ekstrem Sitinjau Lauik yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas.
Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, infrastruktur ini akan mempercepat mobilitas masyarakat, memudahkan akses ke fasilitas umum, dan memperlancar distribusi logistik di wilayah tersebut.