Pemerintah Kotim Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Sepekan, Bantu Penuhi Kebutuhan Warga
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bersubsidi selama sepekan penuh, menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau untuk meringankan beban ekonomi masyarakat Kotim.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersubsidi yang akan berlangsung selama sepekan penuh. Kegiatan ini bertujuan utama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar. Inisiatif strategis ini disambut antusias oleh warga setempat yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini.
Gerakan Pangan Murah ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 7 Januari hingga 13 Januari 2026, berpusat di halaman Stadion 29 November Sampit. Lokasi ini dipilih karena menjadi pusat peringatan sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kotim tahun ini. Pelaksanaan GPM ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan hari jadi kabupaten tersebut.
Analis Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Mira Septiasari, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. DPKP Kotim mensubsidi berbagai komoditas pangan esensial, sehingga harganya jauh di bawah pasaran.
Pelaksanaan dan Antusiasme Warga dalam Gerakan Pangan Murah Kotim
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menarik perhatian luas dari masyarakat. Acara ini dipusatkan di halaman Stadion 29 November Sampit, sebuah lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh warga dari berbagai penjuru kota. Pemilihan lokasi ini juga bertepatan dengan perayaan HUT ke-73 Kotim, menambah semarak suasana.
Mira Septiasari, Analis Ketahanan Pangan DPKP Kotim, mengungkapkan bahwa GPM ini adalah bentuk partisipasi pemerintah daerah dalam peringatan hari jadi Kotim. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Antusiasme warga terlihat jelas sejak hari pertama pelaksanaan GPM.
Selama sepekan penuh, DPKP Kotim telah menyiapkan jadwal operasional yang fleksibel untuk GPM. Khusus pada tanggal 7 Januari, kegiatan dibuka pada pagi hari, sementara untuk hari-hari berikutnya akan berlangsung dari pukul 14:00 WIB hingga 17:00 WIB. Jadwal ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Beragam Komoditas Pangan dengan Subsidi di Kotim
Dalam Gerakan Pangan Murah Kotim, berbagai komoditas pangan esensial disediakan dengan harga yang telah disubsidi secara signifikan. Subsidi ini bertujuan langsung untuk menekan harga jual, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan lebih murah. Beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, telur, dan gula menjadi fokus utama dalam program ini.
Sebagai contoh, beras disubsidi sebesar Rp2.400 per kilogram, memungkinkan warga hanya membayar Rp11.600 dari harga normal Rp14.000. DPKP Kotim telah menyiapkan stok beras total 11,5 ton, dijual seharga Rp58 ribu per sak ukuran 5 kilogram. Ketersediaan stok yang melimpah ini menjamin kebutuhan pangan warga dapat terpenuhi selama periode GPM.
Selain beras, telur ayam juga tersedia dengan 490 sap untuk setiap kegiatan, dibanderol Rp50 ribu per sap. Minyak goreng merek Minyakita sebanyak 330 dus ditawarkan Rp14 ribu per liter setelah disubsidi Rp1.000. Bawang merah sebanyak 75 kilogram per kegiatan dijual Rp35 ribu per kilogram setelah subsidi sekitar Rp5.000. Bawang putih 50 kilogram per kegiatan seharga Rp27 ribu setelah subsidi Rp3.000, serta gula pasir 200 kilogram per hari dengan harga Rp15 ribu setelah subsidi Rp1.000 per kilogram.
Harapan dan Dampak Positif Gerakan Pangan Murah Kotim
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki harapan besar terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini. Tujuan utamanya adalah untuk secara nyata meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi rumah tangga di Kotim.
Mira Septiasari mengajak seluruh masyarakat Kotim untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini. Dengan harga yang jauh lebih terjangkau, GPM menjadi solusi efektif untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Kesempatan ini juga diharapkan dapat menstabilkan harga pasar secara tidak langsung.
Melalui GPM ini, Pemerintah Kotim menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan pasokan bagi warganya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar penjualan murah, melainkan sebuah upaya konkret pemerintah daerah untuk mendukung kesejahteraan masyarakatnya di tengah tantangan ekonomi.
- Beras: Total 11,5 ton, harga Rp58 ribu per sak (5 kg) setelah subsidi Rp2.400/kg.
- Telur Ayam: 490 sap per kegiatan, harga Rp50 ribu per sap.
- Minyak Goreng Minyakita: 330 dus, harga Rp14 ribu per liter setelah subsidi Rp1.000/liter.
- Bawang Merah: 75 kg per kegiatan, harga Rp35 ribu per kg setelah subsidi sekitar Rp5.000/kg.
- Bawang Putih: 50 kg per kegiatan, harga Rp27 ribu per kg setelah subsidi Rp3.000/kg.
- Gula Pasir: 200 kg per hari, harga Rp15 ribu per kg setelah subsidi Rp1.000/kg.
Sumber: AntaraNews