Pemerintah Jokowi belum putuskan harga divestasi saham Freeport
"Harganya progresnya masih dibicarakan harganya, untuk keputusan pemerintah seperti apa."
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot menargetkan waktu kajian dan keputusan mengenai harga divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 10,64 persen rampung tahun ini.
Apabila tidak rampung, maka pembahasan akan diselesaikan tahun depan.
"Enggak ada target, tapi targetnya tahun ini selesai, kalau enggak selesai berarti dibawa tahun berikutnya ini," kata Bambang di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (4/4).
Seperti diketahui, Freeport Indonesia sudah menetapkan harga 10,46 persen sahamnya dibanderol seharga USD 1,7 miliar. "Masih 10,64 persen, tinggal masalah harganya," ujar Bambang.
"Harganya progresnya masih dibicarakan harganya, untuk keputusan pemerintah seperti apa," imbuh Bambang.
Pemerintah belum melakukan kembali pertemuan dengan pihak PT Freeport Indonesia terkait persoalan divestasi saham tersebut.
Bambang mengatakan, pemerintah akan merampungkan terlebih dahulu pembahasan soal harga saham divestasi Freeport sebelum memanggil perusahaan asal Amerika Serikat itu.
"Belum, belum (panggil Freeport), kita juga belum selesai," tutup Bambang.
Baca juga:
Pemkab Papua marah Freeport tak mau serahkan Bandara Mozes Kilangin
Megawati pernah pesan ke bos Freeport: Jangan ngapusi lho!
Sudirman Said bungkam soal perseteruannya dengan Menko Rizal
Ini saran SBY untuk Jokowi soal Freeport dan Blok Masela
Perseteruan Rizal Ramli-Sudirman Said berujung kemarahan Jokowi
Gara-gara 'Papa Minta Saham', Setya Novanto ajukan uji materi di MK
Kejagung kurang bukti naikkan kasus 'Papa minta Saham' ke penyidikan