Pemerintah beri sinyal revisi target pajak tahun ini
Darmin menilai target pajak tahun ini tak realistis dengan kondisi perekonomian dunia saat ini.
Pemerintah memberi sinyal akan merevisi target pajak dalam APBN 2016 yang dipatok sebesar Rp 1.360 triliun. Alasannya, perekonomian dunia masih belum stabil dan berimbas pada negara berkembang termasuk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menilai target pajak tahun ini tak realistis dengan kondisi perekonomian dunia saat ini.
"Yang namanya iklim itu kalau masih lama, jangan dianggap sudah pasti. Kemampuan memperkirakan iklim itu masih agak terbatas. Ya kalau untuk bulan depan mungkin ramalan cukup akurat. Kalau akhir tahun nanti dulu," ujar Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/1).
Revisi target tersebut dilihat dengan mempertimbangkan realisasi pajak yang dicapai tahun lalu sebesar 81,5 persen atau Rp 1.055 triliun.
"Ya begini yang namanya realisasi di APBN itu, yang untuk penerimaan pajak, itu berangkat dari realisasi dari perkiraan realisasi 2015 yang ternyata lebih rendah cukup besar dibandingkan dengan realisasinya. Ya memang mau tidak mau harus ada penyesuaian," pungkas dia.
Baca juga:
Pengusaha nilai pemerintah salah koordinasi soal PPN sapi bakalan
Usai rakor dengan Menko Darmin, Kemenkeu cabut PPN sapi bakalan
BUMN targetkan setoran pajak 26 perusahaan capai Rp 12,4 T
Darmin minta Kemenkeu cabut pengenaan pajak impor pangan ternak
Pajak tertinggi di dunia, warga Denmark tetap bahagia
Pengusaha ritel keberatan impor sapi kena pajak
Kemenkeu tak segan lakukan penyanderaan bagi wajib pajak nakal