Pengusaha ritel keberatan impor sapi kena pajak
Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) keberatan jika impor sapi dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Sebab, itu bakal mendongkrak harga jual daging sapi.
"Nah ini perlu dijelaskan lagi. Kami sebagai pelaku usaha perlu juga menjelaskan kepada masyarakat. Kalau dikenakan PPN, kan pasti harganya akan naik," ujar Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, Jakarta, Kamis (21/1).
Jika harus dikenakan pajak, Roy meminta penerapannya bertahap. Dengan kata lain, tak langsung 10 persen.
"Kalau menurut kami itu perlu waktu. Saat ini kita tahu ini ada fenomena turunnya BBM, tidak serta merta menurunkan harga sembako," katanya.
"Apalagi sekarang ada PPN di sapi impor, berarti kan itu tak makin murah. Ini belum perlu untuk diberlakukan, masih ada hal yang harus dibenahi lagi."
Roy mengaku tak mengkhawtirkan dampak pengenaan pajak tersebut terhadap usahanya.
"Kami sih kira itu nggak akan berdampak ke ritel tapi balik lagi ini berkaitan dengan daya beli masyarakat untuk keterjangkauan dari harga."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya