Pemerintah bantah impor sapi langkah frustasi turunkan harga
Langkah membuka keran impor sapi ini dinilai mampu menstabilkan harga daging sapi.
Kementerian Pertanian menargetkan impor sapi indukan sebanyak 50.000 ekor dari beberapa negara. Hal itu dinilai mampu mengurangi harga daging sapi yang masih tinggi saat ini.
Langkah membuka keran impor sapi ini dinilai mampu menstabilkan harga daging sapi. Namun, banyak juga yang menilai impor sapi ini merupakan langkah frustasi pemerintah yang tak bisa turunkan harga daging.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Muladno membantah kebijakan impor sapi ini merupakan sikap frustasi pemerintah. Menurut dia, impor tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan populasi sapi di dalam negeri.
"Tidak, memang harga daging kita cukup tinggi, kita berharap bisa kita turunkan ke Rp 85.000 per kilogram (kg)," kata Muladno saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (10/3).
Muladno enggan merinci lebih jauh kebijakan impor sapi pemerintah itu. Dia menegaskan saat ini Kementan sedang menjajaki impor kerbau dengan negara India, serta sapi asal Mexico serta Brasil.
"Saya belum tahu rinciannya," kata dia.
Muladno menegaskan nantinya sapi-sapi impor itu hanya akan dilakukan oleh Perum Bulog dan bukan di atur oleh pengusaha ternak.
"Ya itu diatur oleg Bulog, perusahaan tidak ikut," pungkas dia.
Baca juga:
Impor daging sapi India bermasalah, DPR minta KPK awasi Bea Cukai
Jokowi akhirnya beri izin impor sapi selain dari Australia
Asosiasi ingatkan pemerintah hati-hati produk daging olahan impor
Paket kebijakan jilid IX bukan solusi turunkan harga daging
Sandiaga Uno: Kita dukung paket kebijakan jilid IX Jokowi
Paket kebijakan IX, pemerintah perbanyak negara asal impor sapi
Purwakarta akan impor sapi bunting dan anakan dari Australia