Pembentukan holding BUMN timbulkan kekhawatiran pengurangan karyawan
"Banyak hal-hal yang menjadi rintangan pembentukan dari BUMN yang dijadikan holding."
Dirut PT Pupuk Indonesia Tbk, Aas Asikin Idat bercerita mengenai kebijakan pembentukan holding perusahaan BUMN. Menurutnya, ada ketakutan di balik keuntungan yang akan diperoleh perusahaan nantinya.
Menurut Aas, pembentukan holding BUMN sangat baik untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini terbukti dari holding BUMN Pupuk yang telah terbentuk. Namun demikian, dia mengakui banyak ketakutan sebelum pembuatan holding.
"Banyak hal-hal yang menjadi rintangan pembentukan dari BUMN yang dijadikan holding. Pertama adanya pabrik pupuk yang lain, kedua hilangnya kebanggaan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara BUMN), wah saya bukan BUMN lagi, ketiga khawatir pengurangan karyawan. Tantangan-tantangan itu sangat sulit terutama bagi perusahaan PT Pupuk Pusri," kata Aas, di acara 'Seminar Sinergi BUMN: Realisasi Pembentukan Holding, di The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (11/8).
Meski demikian, realisasi pembentukan holding memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan dibandingkan dengan perusahaan yang masih di bawah Kementerian BUMN.
"Diingatkan kembali bagi perusahaan yang akan holding, dipahami lagi arti holding adalah lepas dari BUMN dan menjadi perusahaan dengan gelar Tbk," tegas Pakar Hukum, Sri Indrastuti Hadi putranto, di acara yang sama.
Deputi Kementerian BUMN bidang Restrukturasi dan Pengembangan Usaha, Aloysius Kiik Ro mengatakan, pembentukan holding perusahaan BUMN bertujuan untuk memudahkan konsolidasi antara perusahaan yang mempunyai lini bisnis hampir sama.
Laporan: Aisyah
Baca juga:
Menteri Rini: Negara tetap harus ikut kelola holding BUMN
Dukung holding BUMN, DPR minta proses pembentukan tak langgar UUD
Semen Padang bangun pabrik pengepakan semen senilai Rp 75 M
Ketimbang holding, lebih baik peran PGN-Pertamina diperkuat
Super holding mempercepat realisasi program strategis pemerintah
Menteri BUMN target peta jalan super holding rampung akhir tahun
'Aneh jika holding energi hanya libatkan Pertamina dan PGN'