Pembangunan MRMP Ponorogo Lanjutkan Tahap Fasilitas Pendukung dengan Anggaran Rp6 Miliar
Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengalokasikan Rp6 miliar dari APBD 2026 untuk melanjutkan pembangunan MRMP Ponorogo, fokus pada fasilitas pendukung guna meningkatkan daya tarik destinasi wisata budaya dan kenyamanan pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mengambil langkah signifikan dengan mengumumkan kelanjutan pembangunan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang berlokasi di Desa Sampung, Kecamatan Sampung. Proyek strategis ini bertujuan untuk memperkuat posisi Ponorogo sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur. Anggaran sebesar Rp6 miliar telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 untuk mendukung inisiatif penting ini, menunjukkan komitmen daerah terhadap pengembangan pariwisata.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, pada Jumat (23/1), menjelaskan bahwa fokus utama dari alokasi anggaran tersebut adalah untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung. Dana ini secara spesifik tidak akan menyentuh struktur bangunan utama monumen yang telah berdiri. Langkah ini diambil untuk memastikan kelengkapan fasilitas yang memadai bagi kenyamanan para pengunjung yang datang.
Keputusan untuk melanjutkan pembangunan MRMP Ponorogo didasarkan pada tingginya animo masyarakat yang telah menjadikan kawasan tersebut sebagai alternatif destinasi wisata baru. Dengan penambahan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, diharapkan MRMP dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan memuaskan bagi seluruh wisatawan. Ini juga menjadi upaya untuk memenuhi ekspektasi publik terhadap fasilitas wisata.
Anggaran Rp6 Miliar untuk Fasilitas Penunjang MRMP Ponorogo
Anggaran sebesar Rp6 miliar yang telah masuk dalam APBD 2026 secara spesifik ditujukan untuk melengkapi infrastruktur penunjang di kawasan MRMP Ponorogo. Agus Sugiarto menegaskan bahwa prioritas utama adalah pembangunan fasilitas yang esensial bagi kenyamanan pengunjung. Ini termasuk penambahan toilet yang bersih dan memadai serta mushala untuk kebutuhan ibadah, yang merupakan fasilitas dasar penting di setiap destinasi wisata.
Selain itu, sejumlah infrastruktur pendukung lainnya juga akan dibangun untuk menunjang fungsi kawasan MRMP sebagai destinasi wisata budaya yang komprehensif. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pembangunan sarana pendukung ini dianggap krusial untuk menjadikan MRMP lebih layak sebagai tujuan wisata yang diminati banyak orang.
Agus Sugiarto kembali menekankan bahwa pekerjaan ini tidak akan menyentuh bangunan utama Monumen Reog, melainkan fokus pada area pendukung. Pendekatan ini memastikan bahwa alokasi anggaran dialokasikan secara efektif untuk area yang paling membutuhkan perbaikan dan penambahan fasilitas. Dengan demikian, MRMP Ponorogo dapat segera beroperasi secara optimal dengan fasilitas yang lengkap dan siap menyambut pengunjung.
Kehati-hatian dan Koordinasi dengan KPK dalam Proyek MRMP Ponorogo
Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan bertindak dengan sangat hati-hati dalam melanjutkan pembangunan kawasan MRMP Ponorogo. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Kehati-hatian adalah kunci dalam setiap proyek pembangunan daerah guna menghindari masalah di kemudian hari.
Lisdyarita juga berencana untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kelanjutan proyek ini. Koordinasi dengan KPK bertujuan untuk mencegah potensi persoalan hukum atau penyimpangan, meskipun yang dibangun adalah fasilitas pendukung. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan anggaran publik.
Meskipun pembangunan kawasan MRMP belum sepenuhnya rampung, animo masyarakat untuk berkunjung ke lokasi tersebut terbilang cukup tinggi. Kawasan ini telah menarik perhatian sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Ponorogo, menunjukkan potensi besar. Oleh karena itu, kelengkapan fasilitas pendukung menjadi sangat penting untuk mengakomodasi tingginya minat pengunjung dan memastikan pengalaman wisata yang positif.
Sumber: AntaraNews