Pasar Murah Surabaya Digelar Jelang Imlek dan Ramadhan, Jaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan Pasar Murah Surabaya menjelang perayaan Imlek 2026 dan Ramadhan 1447 H demi menjaga stabilitas harga bahan pokok serta daya beli masyarakat.
Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, kembali menggalakkan program pasar murah menjelang perayaan Imlek 2026 dan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Upaya ini diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau di tengah peningkatan permintaan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menyatakan pihaknya terus memperkuat upaya pengendalian harga. Peningkatan intensitas pelaksanaan pasar murah menjadi fokus utama, terutama saat momen-momen penting seperti hari raya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gejolak harga yang mungkin terjadi.
Pada bulan Ramadhan, kegiatan pasar murah direncanakan akan digelar secara lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, mencakup seluruh 31 kecamatan di Surabaya. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan yang baik antara ketersediaan pasokan dan kemampuan daya beli masyarakat. Pemantauan harga komoditas utama juga terus dilakukan secara berkala.
Upaya Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinkopumdag secara konsisten melaksanakan berbagai langkah strategis untuk mengendalikan harga bahan pokok. Pelaksanaan Pasar Murah Surabaya secara rutin menjadi salah satu instrumen efektif dalam mencapai tujuan tersebut. Inisiatif ini sangat vital untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak wajar.
Mia Santi Dewi menegaskan bahwa intensifikasi pasar murah merupakan respons proaktif terhadap potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus khawatir akan beban biaya yang membengkak. Program ini juga bertujuan untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang.
Penyelenggaraan pasar murah yang lebih masif di 31 kecamatan selama Ramadhan menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Keseimbangan antara pasokan yang memadai dan daya beli masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah kota.
Pemantauan Harga Komoditas Utama di Surabaya
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 2 Februari 2026, secara umum menunjukkan stabilitas yang relatif baik. Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat Rp15.416 per kilogram dan tidak mengalami perubahan signifikan. Sementara itu, beras medium mengalami penyesuaian tipis menjadi Rp12.750 per kilogram.
Harga gula kristal putih terpantau stabil di kisaran Rp16.833 per kilogram, menunjukkan pasokan yang cukup. Demikian pula dengan harga minyak goreng curah yang masih berada di angka Rp19.916 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium mengalami pergerakan harga ringan menjadi Rp18.500 per liter, dan Minyakita tercatat Rp16.966 per liter.
Meskipun demikian, Mia menjelaskan bahwa sejumlah komoditas kini menjadi perhatian utama, khususnya cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram, menunjukkan angka yang cukup tinggi. Sementara cabai merah keriting dan cabai merah, masing-masing menjadi Rp30.166 per kilogram dan Rp26.500 per kilogram.
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Cabai dan Antisipasi
Fluktuasi harga cabai yang terjadi hingga awal Februari 2026 masih dianggap dalam batas wajar oleh Dinkopumdag Kota Surabaya. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca di musim penghujan. Hujan yang intens dapat mengganggu panen dan distribusi cabai dari daerah sentra produksi.
Selain faktor cuaca, peningkatan permintaan masyarakat menjelang perayaan Imlek dan persiapan bulan Ramadhan juga turut berkontribusi pada dinamika harga cabai. Permintaan yang melonjak sementara pasokan terbatas secara alami akan mendorong kenaikan harga. Pemkot Surabaya terus memantau situasi ini dengan cermat.
Untuk memastikan distribusi ke Surabaya tetap berjalan lancar, Pemkot Surabaya terus berkoordinasi erat dengan para petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di daerah penghasil. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan pasokan cabai dan menekan potensi kenaikan harga yang lebih signifikan. Upaya mitigasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar.
Sumber: AntaraNews