LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pajak cukai mahal, banyak pengusaha timbun barang di negara tetangga

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan banyak pengusaha yang menimbun barang hasil impor di Singapura dan Malaysia. Hal ini disebabkan para pengusaha tersebut menilai pajak impor di Indonesia lebih mahal dari kedua negara tersebut.

2016-09-23 17:14:12
Bea Cukai
Advertisement

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan banyak pengusaha yang menimbun barang hasil impor di Singapura dan Malaysia. Hal ini disebabkan para pengusaha tersebut menilai pajak impor di Indonesia lebih mahal dari kedua negara tersebut.

"Saya dapat tantangan dari industri nasional terletak pada biaya penimbunan. Penimbunan dilakukan di dua negara. Satu di Singapura dan Malaysia. Bahan baku ditimbun di sana karena alasan sederhana, ada dua perbedaan antara ditimbun di Singapura dan Indonesia, kalau di Indonesia lebih mahal biaya pajak impor dan biaya masuk barang, sedangkan di Singapura tidak mahal, hanya biaya penyewaan lahan," ujar Heru Pambudi saat mengunjungi PLB Kapas di Cikarang Dry Port, Cikarang, Jumat (23/9).

Dengan adanya Pusat Logistik Berikat (PLB), pengusaha bisa menghemat biaya dan untung yang didapat akan lebih besar. Selain itu, pengusaha juga tidak perlu membayar pajak impor karena mengambil barang dari luar negeri.

Advertisement

Sebab, selama ini pengusaha membeli kapas di luar negeri dalam jumlah yang besar, sehingga biayanya menjadi besar. Salah satu PLB yang sudah aktif berjalan adalah PLB di PT Gerbang Teknologi Cikarang yang menerima komoditi kapas impor.

Menurut Heru, peresmian ini merupakan bukti berjalannya bagian dari 11 paket yang diresmikan pada 10 maret 2016. Saat ini sudah diberikan izin 24 PLB yang akan dibangun di Indonesia.

"Kalau dia (pengusaha) butuh stok kapas harus ambil sedikit demi sedikit dari Port Land, agar biaya masuk ke Indonesianya murah. Namun dengan adanya PLB di Indonesia ini, mereka tidak perlu bolak balik Port land ke Indonesia, dan melakukan penghematan biaya produksi," imbuhnya.

Advertisement

Dirjen Bea Cukai mengharapkan PLB juga bisa dikembangkan untuk komoditi pangan, perikanan dan sektor penerbangan. Mengingat, masih banyak komoditi yang belum tersedia di Tanah Air.

"Ada bahan pangan kedelai, ini tidak dianugerahi untuk tumbuh di Indonesia, ada gandum, bawang bombay, bawang putih dan komoditi kalau impor sendiri ke pelabuhan itu tidak bisa kontrol langsung, kalau di sini bisa diawasi, komoditi ini di impor dari mana, Mudah-mudahan ini bisa menjadi model baru," jelas Heru.

Baca juga:
Cukai plastik, pemerintah dinilai hanya berburu di kebun binatang
Pengusaha: Dwelling time dibuat lama untuk ciptakan rente
Tekan dwelling time, importir reputasi baik tak diperiksa
Ini hasil rapat Menhub Budi dengan Bea Cukai terkait dwelling time
Menkeu: Ada berita baik, penyerapan anggaran bisa 97,1 persen
Kenaikan tarif cukai rokok 2017 diumumkan akhir September
Kompaknya Susi dan Sri Mulyani bongkar penyelundupan di New Priok

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.