LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK Sebut Pangsa Bank Syariah di Indonesia Baru 9 Persen

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Wimboh Santoso menilai pangsa bank syariah di Indonesia hanya sembilan persen. Padahal jika dilihat dari data demografi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

2021-10-01 20:19:01
OJK
Advertisement

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Wimboh Santoso menilai pangsa bank syariah di Indonesia hanya sembilan persen. Padahal jika dilihat dari data demografi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Ia mendorong agar bank syariah menambah produk perbankan yang lebih inovatif lagi, agar masyarakat yang membutuhkan bantuan dana dapat merasakan manfaatnya.

"Bagaimana 270 juta penduduk Indonesia kalau nanti yang perlu lapangan pekerjaan bisa dapat. Yang sudah punya lapangan pekerjaan income-nya ya tambah gede," kata Wimboh.

Advertisement

Hal itu dia ungkapkan saat mengunjungi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (1/10).

Wimboh meresmikan Masjid Al-Latief milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang dibangun melalui donasi dari OJK, Bank Mandiri, BNI dan BRI.

Dalam sambutannya, alumnus UNS itu berharap agar masjid tersebut dapat digunakan sebagai center of excellent.

Advertisement

"Dengan interior yang bagus dan fasilitas yang tersedia, saya berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat beribadah. Tetapi juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk melahirkan inovasi dan pemikiran kesyariahan," tuturnya.

Wimboh yang juga Guru Besar Dosen Tidak Tetap bidang Ilmu Manajemen Risiko FEB UNS menerangkan, sesuai dengan arah pembangunan ekonomi nasional, maka diperlukan adanya ruang untuk pertumbuhan ekonomi.

Artinya, lanjut dia, UMKM bisa mendapatkan pendanaan, masyarakat menjadi lebih produktif, dan daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan oleh industri dapat meningkat.

"Ini ruang ekonomi harus tambah bagus. Kita punya dana KUR Rp250 triliun. Makanya ada BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Ini channel kita agar bisa memberdayakan masyarakat supaya lebih produktif," terang dia.

Ia menambahkan, daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan oleh industri harus ditingkatkan. Wimboh tidak ingin sektor real estate lesu dan pabrik motor maupun mobil tutup.

"Sehingga bisa beli segala macam yang lebih banyak lagi. Yang belum bisa beli rumah, supaya bisa beli rumah. Kalau tidak ada yang beli motor baru ya produksinya tutup, ndak bisa. Lantas juga mobil sama. Jadi, bagaimana ruang pertumbuhan ekonomi itu harus kita ciptakan," pungkas dia.

Baca juga:
Dorong Pemulihan Ekonomi, OJK Gelar Vaksinasi di 4 Titik Jateng
OJK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Domestik Masih Terjaga Baik
OJK Minta Erick Thohir Dorong BUMN Lakukan IPO untuk Bantu Pertumbuhan Pasar Modal
Asosiasi: Debt Collector Ilegal Bisa Dilaporkan ke Polisi untuk Dihukum
Bantu Bangkitkan Ekonomi, OJK Kembali Gelar Bulan Inklusi Keuangan di Oktober 2021
OJK: Model Bisnis Holding Ultra Mikro Bakal Banyak Terjadi Transaksi Afiliasi

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.