OJK: Pangsa pasar syariah RI masih kalah dibanding Malaysia
Pangsa pasar syariah di Malaysia mencapai 20-40 persen.
Otoritas Jasa Keuangan mengatakan pangsa pasar perbankan syariah belum merangkak naik lebih dari 5 persen. Sebab, total pasar perbankan nasional baru mencapai 4,87 persen pada 2015.
Namun, OJK masih berharap pasar syariah mampu berkembang dengan potensi besar kedepannya. "Kita melihat dalam jangka menengah dan panjang potensinya besar tapi dalam jangka pendek memang masih di bawah 5 persen," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Senayan, Jakarta, Senin (16/5).
OJK mendorong pasar perbankan syariah dengan sosialisasi produk kepada masyarakat. Sebab, selama ini pasar nasional masih bergantung pada perbankan konvensional.
"Kita terus dorong. Sekarang yang diperlukan jumlah nasabah diperbanyak, dan sosialisasi harus diperluas. Kerja sama dengan berbagai pihak trkait menjadi suatu keperluan," kata dia.
Muliaman menambahkan Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Malaysia yang telah mencapai 20-40 persen pada pangsa pasar syariah. Dia pun berharap nantinya target memaksimalkan market share perbankan syariah diatas 5 persen.
"Kalau di Malaysia kan sharenya 20-40 persen. Artinya begini, (kita) potensinya besar, cuma tinggal kemampuan kita saja untuk segera mensosialisasikan dan membangunkan awareness, sehingga orang tahu ada alternatif pendanaan di perbankan syariah. Targetnya kita coba tembus 5 persen dulu," pungkas dia.
Baca juga:
BI nilai industri keuangan syariah masih kekurangan SDM berkualitas
Populasi muslim besar, RI justru minim kerjasama dengan negara islam
SMF kembangkan instrumen sekuritisasi aset bank syariah
Indonesia perlu keluarkan potensi tersembunyi keuangan syariah
Pemerintah komitmen bangun industri keuangan syariah lewat KNKS