OJK: Meski banyak tantangan, keuangan syariah RI masih menjanjikan
"Saya yakin masa depan industri keuangan syariah menjanjikan. Meskipun demikian, masih banyak tantangan dan ketidakpastian," kata Sarjito.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia masih menjanjikan. Market share perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional diperkirakan akan mencapai 5,13 persen pada tahun ini.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sarjito mengatakan, peluang bertumbuhnya industri syariah masih terbuka di tengah banyaknya tantangan dan ketidakpastian.
"Saya yakin masa depan industri keuangan syariah menjanjikan. Meskipun demikian, masih banyak tantangan dan ketidakpastian," kata Sarjito di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (29/9).
Dia mengatakan, selama ini industri keuangan syariah terkendala sulitnya mengembangkan bisnis di yurisdiksi yang berbeda karena terbentur regulasi lokal dan juga interpretasi terhadap syariah itu sendiri. Tidak hanya itu, ada juga tantangan lainnya seperti lemah dan rentannya manajemen dan tata kelola keuangan syariah.
"Terakhir yakni kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kapasitas memadai dalam keuangan syariah," ungkapnya.
Data OJK menyebut, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, industri keuangan syariah Indonesia masih menunjukkan kinerja yang baik seperti terlihat pada perbankan syariah. Sebagai catatan, market share perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional menial 4,60 persen di Juli 2015 menjadi 4,81 person di Juli 2016.
Baca juga:
Per Juli, OJK catat penyaluran kredit syariah capai Rp 220,1 triliun
OJK sebut pangsa pasar bank syariah capai 5 persen tahun ini
Bos OJK: 20 persen utang pemerintah dikeluarkan secara syariah
Ketua OJK: Bisnis makanan halal untungnya triliunan rupiah
Per September, saham syariah kuasai 54 persen pasar modal Indonesia