Per Juli, OJK catat penyaluran kredit syariah capai Rp 220,1 triliun
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri keuangan syariah berpotensi menjadi pendorong perekonomian, baik lokal maupun global. Sebab, di tengah perlambatan ekonomi dunia, industri keuangan syariah masih menunjukkan kinerja positif.
"Total aset tumbuh 10 persen di tahun 2015 atau mencapai Rp 617 triliun. Pertumbuhan industri keuangan syariah lebih cepat dibandingkan aset-aset industri lainnya," ujar Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I OJK, Sarjito, di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (29/9).
Menurutnya, share industri perbankan syariah mencapai 4,81 persen di Juli 2016, dengan kenaikan aset (BUS dan UUS) sebesar 18,49 persen (YoY) menjadi Rp 305,5 triliun.
"Kenaikan ini didorong meningkatnya penghimpunan dana pihak ketiga sebesar 12,54 persen menjadi Rp 243 triliun dan didorong penyaluran pembiayaan 7,47 persen menjadi Rp 220,1 triliun," jelas Sarjito.
Ke depan, diharapkan para ahli industri keuangan syariah dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Sehingga dapat memberikan jalan keluar di tengah perlambatan ekonomi.
"Saya berharap dengan bertukarnya informasi dan pengalaman dari para ahli, kita bisa mencari jalan keluar di industri keuangan syariah. Sehingga industri keuangan syariah tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global," tutupnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya