OJK: Infrastruktur industri keuangan syariah RI terlengkap di dunia
"Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, kita memiliki infrastruktur pendukung terlengkap di dunia," ujar Deden.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, industri keuangan syariah di Indonesia memiliki infrastruktur pendukung terlengkap di dunia. Di mana, kelengkapan tersebut terlihat dari besarnya jumlah kementerian yang terlibat dalam penyediaan infrastruktur syariah di dalam negeri.
Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman mengatakan, beberapa kementerian terlibat mengembangkan industri keuangan syariah seperti kementerian agama, kementerian keuangan, dan kementerian koperasi dan UMKM.
"Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, kita memiliki infrastruktur pendukung terlengkap di dunia," ujar Deden di Hotel Aston Nirwana, Bogor, Sabtu (12/11).
Pesatnya perkembangan industri keuangan syariah selalu mendapat dukungan dari pemerintah. Bahkan, langkah ini didukung juga dari sektor pendidikan, misalnya terdapat beberapa universitas yang memiliki program studi (prodi) ekonomi syariah.
"Saat ini prodi syariah sudah lebih 100 prodi. Jadi supply fresh graduate (pada bidang ekonomi syariah) akan banyak pada saatnya nanti," jelas dia.
Saat ini, lanjut Deden, terdapat 13 Bank Umum Syariah dan 21 Unit Usaha Syariah (UUS). Lulusan universitas pada rumpun ilmu ekonomi syariah diharapkan mampu mencukupi kebutuhan sumber daya manusia pada industri keuangan syariah dalam negeri.
"Ada juga 165 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah. Perbankan kita juga sering disebut dua banking sistem," tutupnya.
Baca juga:
Jokowi bakal teken Perpres Komite Nasional Keuangan Syariah
Sektor perbankan masih dominasi pasar syariah dunia
Bos BI sebut industri perbankan syariah dunia tumbuh cukup pesat
Kembangkan ekonomi syariah, pemerintah deklarasikan KNKS di Surabaya
Zakat dan wakaf sebagai motor pertumbuhan belum termanfaatkan