OJK: Bank kita sehat, NIM Indonesia tertinggi di ASEAN
OJK melihat kondisi perbankan saat ini masih dalam kondisi sehat atau jauh dari krisis. Salah satu indikatornya ialah Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,28 persen atau menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN). Per Februari, CAR berada di kisaran 23,18 persen. ROE masih di atas 2 persen.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat kondisi perbankan saat ini masih dalam kondisi sehat atau jauh dari krisis. Salah satu indikatornya ialah Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,28 persen atau menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara (ASEAN).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon menambahkan, per Februari, CAR berada di kisaran 23,18 persen. ROE masih di atas 2 persen. BOPO sebesar 81,69 persen. LDR berada di 89,12 persen.
"NIM tertinggi di ASEAN 5,28 persen," ujar Nelson di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/4).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, mengatakan pertumbuhan kredit di kuartal I-2017 juga masih sejalan dengan target OJK di akhir tahun yakni 9-12 persen.
"Fundamental bank masih oke. Setiap bulan kredit itu naik 1 persen jadi kalau 12 bulan bisa di kisaran target," katanya.
Dia mengungkapkan, OJK meyakini target pertumbuhan kredit akan tercapai seiring dengan semakin baiknya perekonomian nasional.
Baca juga:
Aturan baru bos OJK: Tak ada lagi bail out untuk bank gagal
Ini penyebab OJK batasi kegiatan bisnis Recapital Life
OJK: Dana repatriasi telah disalurkan dalam bentuk kredit
OJK dorong bank rangkul perusahaan fintech
Misbakhun nilai Sigit Pramono dan Agus Santoso tak layak pimpin OJK
Tak ada sanksi dari OJK untuk usaha gadai tak berizin
90 Persen kasus pembobolan bank di Indonesia libatkan orang dalam