Mirip Solar, pemerintah diminta beri subsidi tetap pada elpiji 3 Kg
Subsidi elpiji saat ini cukup besar dan memberatkan anggaran negara.
Pengamat ekonomi, Iman Sugema menyarankan kepada pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla (JK) untuk menggunakan mekanisme subsidi tetap untuk elpiji 3 Kilogram (Kg). Pasalnya, subsidi elpiji saat ini cukup besar dan memberatkan anggaran negara.
"Elpiji itu subsidi Rp 46 triliun, Solar saja Rp 17 triliun. Mayoritas beban APBN itu bukan karena subsidi BBM tapi justru karena subsidi elpiji. Pemerintah jangan mengulangi kesalahan sama subsidi BBM. Makanya harus ada skema subsidi di elpiji proporsional," ucap Iman dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
Menurut Iman, saat ini harga gas dunia sedang mengalami penurunan harga. Jika mekanisme subsidi tetap diterapkan maka harga tidak akan terlalu tinggi. Mekanisme subsidi tetap juga diperlukan karena pemerintah selalu gagal mengendalikan konsumsi.
"Pemerintah tidak bisa mengendalikan konsumsi. Impact secara kita tak sadari kenaikan subsidi bukan hanya harga, konsumsi yang terus meningkat. Tidak bsa dikurangi pemerintah. Subsidi proporsional lebih enak buat keamanan fiskal jangka panjang," tegasnya.
"Jadi skema subsidi tetap segera ditata dengan baik. Mumpung harga elpiji dunia rendah. Kemarin 12 Kg diturunkan kan. Harga beli elpiji dunia sedang turun. Waktu yang baik melakukan reformasi subsidi migas," tutupnya.
Baca juga:
Harga elpiji turun, Pertamina mengaku cuma untung tipis
Momen saat Jokowi umumkan harga BBM bersubsidi turun
Tak cuma BBM, Presiden Jokowi juga turunkan harga gas 12 kg
Adik Hatta Rajasa: Pemerintahan Jokowi norak, BBM turun gas naik
Tiga bulan sekali harga gas 12 kg bisa naik turun
Permintaan melonjak, elpiji 3 kilogram di kediri malah langka