Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiga bulan sekali harga gas 12 kg bisa naik turun

Tiga bulan sekali harga gas 12 kg bisa naik turun harga elpiji 12 kg naik. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil membela kebijakan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg. Harga gas nonsubsidi itu akan dibiarkan bergerak fluktuatif dan bakal dikoreksi tiap 3 bulan.

Sofyan berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan kebijakan naik turunnya harga elpiji 12 kg setiap tiga bulan.

"Selama ini kan harga lama sekali ditahan, maka terjadi lonjakan. Kalau misalnya tiap tiga bulan, naiknya Rp 50 sampai Rp 100 per kg saja. Jadi akan terbiasa. Yang paling penting membiasakan masyarakat dengan harga keekonomian sehingga tidak shock jika ada kenaikan," ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Senin (12/1).

Sofyan yakin masyarakat akan terbiasa dengan sistem ini. Sedangkan dari sisi Pertamina, evaluasi harga per tiga bulan akan mengurangi makin menumpuknya kerugian Pertamina.

"Saya belum tahu rencana pemerintah, tapi kebijakan yang diambil lebih pendek waktunya biar tidak terjadi akumulasi keuntungan dan akumulasi kerugian berlebihan," ucapnya.

Harga komoditas energi di pasar internasional sedang mengalami penurunan. Sofyan berharap kondisi ini bisa berpengaruh pada harga barang nonsubsidi, termasuk elpiji 12 kg. Meski begitu dia menegaskan, karena masuk komoditas nonsubsidi, pemerintah tidak bisa mengintervensi Pertamina untuk menetapkan harga gas 12 kg di kisaran tertentu.

"Ini cuma satu-satunya yang dimiliki Pertamina, makanya pemerintah tidak boleh atur harga elpiji 12 kg. Tapi pemerintah menjadi subsidi elpiji 3 kg," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP