Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga elpiji turun, Pertamina mengaku cuma untung tipis

Harga elpiji turun, Pertamina mengaku cuma untung tipis Gas elpiji 12 kg. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Hari ini, Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga elpiji 12 Kilogram (Kg) sebesar 5.000 per tabung. Harga elpiji 12 Kg kini dijual sebesar Rp 129.000 dari sebelumnya Rp 134.700 per tabung.

PT Pertamina (Persero) mengaku harga baru ini membuat perseroan hanya untung tipis. "Dalam situasi ini, kami masih untung tipis. Untungnya bisa Rp 500 per Kg," ujar VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, di Jakarta, Jumat (16/1).

Meski begitu, perseroan mengaku tak memusingkannya. "Yang terutama, kami ingin membantu pemerintah menurunkan harga komoditas," jelas dia.

Sebelumnya, dengan kebijakan penurunan harga BBM, gas 12 kg, presiden berpesan agar kepala daerah ikut mendorong penurunan harga bahan pangan dan tarif angkutan.

Sekadar diketahui, awal Januari 2015 PT Pertamina (Persero) menaikkan harga gas elpiji nonsubsidi 12 kg menjadi Rp 134.700 per tabung, dari sebelumnya Rp 114.900 per tabung.

Makin mahalnya harga gas elpiji 12 kg membuat masyarakat otomatis bermigrasi menggunakan gas elpiji 3 kg. Karena harganya yang jauh lebih murah, harga gas 3 kg pun laris manis diburu warga. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP