MineXcellence 2025 Dorong Transformasi Pertambangan Berkelanjutan Lewat Inovasi
Ajang MineXcellence 2025 mengakui inovasi dan praktik keberlanjutan sektor pertambangan, mendorong transformasi pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Ajang penghargaan nasional MineXcellence 2025 telah sukses diselenggarakan di Jakarta, mendorong transformasi sektor pertambangan mineral dan batu bara. Acara ini memberikan pengakuan atas inovasi, efisiensi, serta praktik keberlanjutan yang dijalankan oleh para pelaku industri.
Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) periode 2024–2025, Hendra Sinadia, menyoroti sisi inovatif dari ide-ide peserta yang tidak hanya teknis. Ide-ide tersebut juga mempertimbangkan dampak sosial dan masa depan industri pertambangan nasional secara komprehensif.
MineXcellence merupakan prakarsa dari Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia, yang mendapatkan dukungan penuh dari Shell Indonesia dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Fokus Inovasi dan Praktik Berkelanjutan
MineXcellence 2025 secara aktif bertujuan untuk mendorong sektor pertambangan agar lebih adaptif terhadap berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi aspek sosial, lingkungan, serta agenda transisi energi nasional yang semakin mendesak.
Hendra Sinadia mengapresiasi bahwa ide-ide yang diajukan peserta MineXcellence 2025 sangat menonjol dari sisi inovasi. Ini menunjukkan komitmen industri untuk tidak hanya berfokus pada teknis, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang.
Visi ini sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Hal ini penting untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Kategori Penghargaan
Rangkaian kegiatan MineXcellence 2025 diawali dengan Forum Eksklusif yang diadakan pada 9 Juli 2025 di Jakarta. Forum ini berhasil mempertemukan regulator, pelaku industri, dan akademisi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Malam penganugerahan MineXcellence 2025 sendiri digelar di Jakarta pada Selasa (21/1), menandai puncak dari serangkaian kegiatan kolaboratif. Inisiatif ini sepanjang tahun 2025 dirancang untuk mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Sebanyak tujuh perusahaan berkesempatan mempresentasikan delapan inisiatif unggulan mereka yang telah terseleksi. Proses seleksi ini melibatkan verifikasi dan presentasi di hadapan dewan juri independen.
Empat kategori utama penghargaan meliputi Inovasi dan Rehabilitasi Lahan Pasca-tambang, Pemberdayaan Komunitas Lokal sebagai Tenaga Kerja Tambang, Transformasi Energi Terbarukan dan Dekarbonisasi, serta Efisiensi Operasional dan Manajemen Sumber Daya.
Penghargaan Tertinggi dan Komitmen Industri
Penghargaan tertinggi dalam MineXcellence 2025 berhasil diraih oleh PT Berau Coal. Mereka memenangkan penghargaan melalui program inovatif "Floating Solar PV 3MW & BESS 5MW at Void H3 Site BMO1".
Program PT Berau Coal tersebut dinilai sangat visioner dan memiliki potensi besar untuk direplikasi di lokasi pertambangan lainnya. Jerrymia Rickyando, perwakilan PT Berau Coal, mengungkapkan harapan agar transisi energi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan.
Vice President Sales B2BI Mining Lubricants Shell Indonesia, Farishadi Rukandi, menegaskan bahwa MineXcellence menjadi bukti nyata. Ini menunjukkan komitmen sektor swasta dalam mendorong pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita, juga menekankan pentingnya kolaborasi melalui ajang ini. Kolaborasi ini krusial untuk mempercepat penerapan prinsip good mining practice di seluruh industri.
Sumber: AntaraNews