Meski Dihantam Corona, Nilai Tukar Petani Tumbuh Positif 0,49 Persen
Badan pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 adalah sebesar 100,09 persen. Atau naik 0,49 persen dibandingkan Juni 2020.
Badan pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 adalah sebesar 100,09 persen. Atau naik 0,49 persen dibandingkan Juni 2020.
"Kalau menurut subsektor, NTP di seluruh sub sektor mengalami kenaikan kecuali untuk tanaman pangan dan hortikultura," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, Senin (3/8).
Adapun penurunan untuk Tanaman Pangan yakni sebesar 25 persen menjadi 100,17 persen dari JUni sebesar 100,42 persen. Sementara Hortikultura, turun 0,74 persen menjadi 99,77 persen dari JUni sebesar 100,51 persen.
"Indeks harga yang dibayar petani juga turun tetapi penurunan indeks harga yang diterima petani jauh lebih tajam dibandingkan indeks harga yang dibayar petani. Sehingga terjadi penurunan di sana. Penyebabnya adalah adanya penurunan harga gabah, kemudian juga penurunan harga jagung dan beberapa komoditas pangan lainnya," imbuhnya.
Tak jauh berbeda. Untuk hortikultura juga mengalami hal yang sama, yakni adanya penurunan indeks yang harus diterima dan dibayarkan petani. Hal ini juga disebabkan anjloknya harga komoditas seperti bawang merah, wortel, dan buah-buahan.
Sementara itu, NTP perkebunan rakyat mengalami kenaikan. Ini karena indeks harga yang dibayarkan petani mengalami kenaikan. "Terutama karena ada kenaikan harga untuk komoditas kelapa sawit dan karet," jelasnya.
Selain itu, yang juga mencatat kenaikan yakni peternakan 1,68 persen, perikanan 0m69 persen nelayan 0,80 persen, dan pembudidaya ikan 0,52 persen.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Cara Petani Kopi Robusta Tanggamus Lampung Bertahan di Tengah Pandemi
Petani di Labuhan Batu Utara Diterkam Buaya di Hadapan Anak dan Istri
Memanen Kangkung di Tengah Pandemi
Penghasil Beras Terbesar Kedua di Jatim, Lahan Pertanian di Ngawi Justru Berkurang
Data BPS: Upah Harian Buruh Tani Naik Jadi Rp55.503
Kisah Pilu Ratusan Petani Sumut Digusur Paksa Korporasi, Jalan Kaki ke Jakarta