Menteri Susi: Laut kita luas tapi ekspor ikan malah dari negara lain
"Kami ingin produk ikan Indonesia benar murni maju ke internasional."
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengincar pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS) untuk menggenjot sektor perikanan dalam negeri. Selama ini, ikan Indonesia dijual ke luar negeri tapi bukan berasal dari nelayan Indonesia, justru dari negara tetangga melalui praktik pencurian ikan.
"Kami ingin produk ikan Indonesia benar murni maju ke internasional. Sampai ke pasar Eropa, pasar AS, langsung dari Indonesia. Karena selama ini laut kita yang luas, tapi ekspor ikan dari negara lain," ungkap Susi di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (28/7).
Pada kuartal I-2016, sektor perikanan tumbuh cukup signifikan, mencapai 6,9 persen atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,92 persen. "Nilai tukar nelayan terus membaik, meskipun ada sedikit gejolak pada inflasi, tapi nelayan bisa terjaga dengan kondisi yang baik," ujar Susi.
Susi menekankan, perang terhadap pencurian ikan harus tetap dilanjutkan terutama penerapan larangan transhipment atau bongkar muat di tengah laut.
"Karena ketika terjadi transhipment itu tidak hanya pencurian ikan saja. Banyak tindakan kriminal yang terjadi di sana. Ada pencurian BBM, narkoba, perdagangan manusia dan itu merugikan negara," tegas Susi.
Ke depan, Susi akan terus memaksimalkan pergerakan kapal yang beroperasi di dalam negeri. Sehingga nantinya akan memperkuat aktivitas yang dilakukan oleh para nelayan.
"Kami gunakan VMS (Vessel Monitoring System) untuk memonitor semua pergerakan kapal yang ada di Indonesia," tukasnya.
Baca juga:
Menteri Susi bungkam soal nasib Pulau G di tangan Menko Luhut
Menteri Susi heran sudah dua kali atasannya diganti Jokowi
Menteri Susi soal reshuffle: Jabatan menteri itu sangat politis
Menteri Susi: Pak Luhut juga pintar
Menteri Susi soal reshuffle: Ya tak terpakai dipecat ya biasa toh
Review aturan reklamasi, Menteri Susi harus jamin kepastian investor
Menteri Susi geram disebut dapat bayaran dari proyek reklamasi Benoa