Menteri Sudirman puji berkat Jokowi proyek kilang baru jalan
"Ini sebetulnya keputusan mudah."
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan ketergantungan impor minyak dan gas (migas) di Tanah Air disebabkan keberadaan mafia migas. Sebab, para mafia migas tersebut selalu menghalangi langkah pemerintah untuk memperbesar kemampuan pengolahan minyak dan pembangunan kilang di dalam negeri.
"Ini sebetulnya keputusan mudah. Kalau mau bereskan supply, ya perbanyak kemampuan pengolahan. Tapi karena cengkeraman pemburu rente untuk bergantung impor, keputusan itu jadi tertunda," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/11).
Menteri Sudirman mencontohkan permasalahan pengoperasian kembali kilangTrans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI)di Tuban, Jawa Timur selama 8 tahun tidak ada kejelasan operasi. Namun, proyek revitalisasi initerealisasi berkatpemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dia mengklaim keputusan untuk mengoperasikan kembali kilang di Tuban tersebut hanya butuh empat hingga lima kali rapat dalam sidang kabinet.
"Alhamdulillah pemerintahan ini hanya butuh 4-5 kali rapat sidkab, dan rapat di Menko dan di kantor Wapres akhirnya diputuskan, Oktober akhirnya sudah beroperasi di bawah kendali Pertamina," ungkapnya.
Dia mencontohkan, kilang minyak TPPI selalu dibicarakan namun tidak pernah diputuskan untuk dioperasikan. "Selama 8 tahun lamanya TPPI dijadikan bola-bola, dibicarakan tapi tidak pernah diputuskan," imbuh dia.
Menurutnya, hal ini bisa terjadi lantaran ketulusan niat pimpinan negara dalam hal ini Presiden Jokowi serta kekompakan tim dalam sektor energi."Saya tidak bosan ingatkan, bahwa ini semua terjadi karena ketulusan pemimpin negara, keteguhan pemimpin sektor, dan kekompakan tim di sektor ini. Ini proyek pertama yang diresmikan," tutup dia.
Baca juga:
Menteri ESDM banggakan 3 kilang Pertamina hemat impor Rp 214 M/hari
Wapres JK resmikan FRCC kilang Cilacap
TPPI beroperasi, Jokowi yakin hemat USD 2,2 M uang negara per tahun
Cari investor kilang, Pertamina segera lakukan revaluasi aset
Hapus keraguan investor, polemik Blok Masela harus diakhiri
Akhir Oktober, Pertamina-Saudi Aramco target proyek kilang berjalan
Ketua INSA sebut kilang terapung cocok di Blok Masela