Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres JK resmikan FRCC kilang Cilacap

Wapres JK resmikan FRCC kilang Cilacap Kilang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meresmikan pengoperasian Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) kilang Cilacap, hari ini. Proyek senilai USD846,89 juta itu mengolah Low Sulfur Waxy Residue (LSWR) sebanyak 62 ribu barel per hari (bph) menjadi produk bernilai tinggi, High Octane Mogas Component (HOMC) 37 ribu bph.

Sebagian besar bakal kembali diproses menjadi premium. Dengan begitu, produksi premium dari FRCC Cilacap bisa meningkat dari saat ini 61 ribu bph menjadi 91 ribu bph. Sehingga impor premium bisa ditekan.

"Pemerintah mendukung upaya-upaya bagi terwujudnya kemandirian energi nasional. Di antaranya dengan meningkatkan produksi BBM nasional untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat," kata JK di Cilacap, Kamis (26/11).

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas kilang di Tanah Air. Langkah tersebut dinilai bisa menekan impor sehingga devisa negara hemat USD 22 juta per hari.

"Melalui Program Langit Biru Cilacap (PLBC) yang dimulai dengan pengoperasian RFCC akan mampu meningkatkan produksi BBM dengan oktan tinggi. Sampai 2019, nantinya kilang minyak tidak lagi menghasilkan premium, karena telah dikonversi menjadi pertamax dengan RON 92," katanya.

"Dalam proyek yang merupakan bagian dari refinery development master plan (RDMP) tersebut, bakal menghabiskan investasi senilai USD 5,5 miliar," ujarnya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP