Menteri Sofyan lebih senang Newmont diambil BUMN
Sebab, perusahaan pelat merah bisa memberikan lebih banyak manfaat untuk negara.
PT Medco Energi Internasional Tbk tak lama lagi akan menguasai PT Newmont Nusa Tenggara. Presiden Joko Widodo menyambut baik rencana pengusaha nasional mengambil alih perusahaan asing tersebut.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengungkapkan lebih senang jika perusahaan pelat merah bisa mengambil alih perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Sebab, perusahaan pelat merah bisa memberikan lebih banyak manfaat untuk negara.
"Saya pikir itu hanya masalah pilihan saja. BUMN itu mungkin saat ini sedang banyak sekali opportunity yang lain," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/4).
Meski demikian, Menteri Sofyan tetap mendukung rencana PT Medco tersebut. Apalagi potensi Newmont sangat menguntungkan bagi Indonesia. "Apalagi kalau harga komoditi jangka menengah akan rebound," jelas dia.
Sebelumnya, bos Medco Arifin Panigoro mengaku salah satu alasan ingin mengakuisisi Newmont ialah sebagai upaya pengembangan perusahaan. Selama ini Medco bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.
Medco juga mempunyai industri hilir yang memproduksi elpiji, distribusi bahan bakar diesel dan pembangkit tenaga listrik. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk menambah lini bisnis. Bahkan, Arifin mengaku tidak segan membangun pabrik pemurnian (smelter) seperti yang telah diatur pemerintah.
Baca juga:
Menteri Sofyan: Wajar Jokowi 'beri' saham Newmont ke Arifin Panigoro
Diversifikasi usaha, alasan Arifin Panigoro akuisisi Newmont
Newmont bersiap masuki fase akhir penambangan sebelum harus tutup
Rencana Arifin Panigoro kuasai saham Newmont dikritik
ESDM mengaku sudah tahu rencana pengambilalihan Newmont 4 bulan lalu
ESDM: Kita kawal pembelian saham Newmont oleh Arifin Panigoro
Keseriusan Arifin Panigoro dan nasib sisa saham Newmont yang dilego