Menteri Rini sebut Inalum bakal melantai di bursa tahun ini
IPO Inalum dimaksudkan untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi perusahaan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebut PT Inalum (Persero) merupakan salah satu BUMN yang berpotensi melantai di bursa saham tahun ini. Inalum tengah dikaji menjadi perusahaan terbuka lantaran perusahaan pelat merah tersebut sedang fokus pengembangan industri hilirisasi pertambangan yang memiliki nilai tambah.
"Jadi 2016, ya kita harapkan mungkin sedang direview apakah ada BUMN yang akan kita go public kan. Ada beberapa yang potensi, kita memang sedang menjajaki mengenai Inalum," ujarnya di Jakarta, Senin (4/1).
Menteri Rini menjelaskan, saat ini terdapat 19 BUMN yang melantai di BEI dari berbagai sektor yang berbeda. Kapitalisasi BUMN yang menjadi perusahaan terbuka rata-rata meningkat setiap tahunnya.
Sebelumnya, pemerintah akan memprivatisasi sejumlah badan usaha milik negara pada 2016. Hal ini sebagai salah satu cara meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat.
"Pada 2016, kami segera usulkan privatisasi terhadap setidaknya 8 perusahaan. Polanya bisa IPO (penawaran saham perdana kepada publik), 'right issue' (penerbitan kembali saham baru), dan mencari investor strategis," kata Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K. Ro, di Jakarta.
Dia menjelaskan, privatisasi yang akan ditempuh dibagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama sebanyak empat BUMN melakukan right issue yaitu PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang diusulkan memperoleh PMN senilai Rp 1,5 triliun, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 3 triliun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar Rp 1,25 triliun dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk senilai Rp 2 triliun.
Selanjutnya, mendorong IPO sebanyak dua anak usaha BUMN. "Namanya (IPO) belum bisa kita ungkapkan. Tapi yang jelas satu perusahaan bergerak dalam industri agro," ujarnya.
Adapun privatisasi kelompok kedua yaitu dengan menempuh 'exit strategy' yang dilakukan terhadap dua perusahaan seperti PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) dan PT Kerta Leces dengan cara mengundang investor strategis.
Baca juga:
Pemerintah bakal 'jual' delapan BUMN tahun depan
ESDM: Tak ada dasar hukum Freeport IPO di bursa saham Indonesia
Rangsang BUMN IPO, OJK janji pangkas signifikan persayaratan
Rayakan 20 tahun IPO, Telkom ajak BUMN lain ikut melantai di bursa
Harga batu bara anjlok, BRAU alihkan sisa dana IPO untuk efisiensi
Pengusaha Indonesia akan diprioritaskan beli saham Freeport di BEI
OJK susun aturan agar perusahaan tambang asing IPO di bursa RI