Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rangsang BUMN IPO, OJK janji pangkas signifikan persayaratan

Rangsang BUMN IPO, OJK janji pangkas signifikan persayaratan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal merangsang sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melantai bursa. Salah satu penawaran yang diberikan dengan memangkas 25 persen persyaratan yang harus dipenuhi.

Demikian diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida. "Mencoba memotong langkah tersebut sehingga 25 langkah kita persingkat," ujar Nurhaida kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (2/11).

Nurhaida menilai banyak manfaat yang akan didapatkan perusahaan pelat merah jika melakukan Initial Public Offering (IPO). "Dengan go public persyaratan good corporate governance (GCG) akan diikuti. Perusahaan yang melakukan governance akan sustain dan tumbuh dengan baik," ucapnya.

Selain itu, lanjut Nurhaida, pihaknya juga akan berkomunikasi secara aktif dengan BUMN yang hendak melepas sahamnya di bursa. "OJK dalam beberapa waktu memang sangat aktif untuk mendorong BUMN go public," tuturnya.

Nurhaida menambahkan, pihaknya juga akan menjamin pelaksana emisi efek untuk mempercepat pelaksanaan penawaran saham. "Kita nanti melibatkan peran profesi pasar modal misal underwriter mempersingkat persiapan go public," tandasnya.

Sebelumnya, dari 140 perusahaan BUMN, baru sekitar 20 perusahaan melantai di bursa saham. PT bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku selalu mendorong pemerintah untuk melepaskan sebagian saham BUMN kepada publik. Namun, alasan pemerintah selalu sama sejak era pemerintahan Presiden Soeharto.

"Saya banyak mendengar sejak 1994, BUMN ini harus dipercantik dulu agar IPO hasilnya besar, sampai hari ini masih saya dengar," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, alibi mempercantik perusahaan BUMN sesungguhnya sudah usang dan tak bisa dipercaya. Sebab, hingga saat ini beberapa perusahaan BUMN yang tadinya dikatakan akan dipercantik, kinerjanya justru jalan di tempat.

"Banyak BUMN yang menurut saya ini tragedi atau jebakan batman dari banyak orang," tambahnya.

Padahal, kata Ito, kinerja beberapa perusahaan pelat merah justru meningkat setelah melantai di bursa saham. Salah satunya PT Bank BRI.

Harga saham Bank BRI melonjak 30 kali lipat sehingga. Posisi kapitalisasinya kini menyentuh Rp 318 triliun dari posisi awal sejak 2003 yang hanya Rp 11 triliun.

"BUMN yang dipercantik itu tidak ke mana-mana, fakta yang menentukan BUMN yang go publik lebih sukses dibandingkan dengan yang tidak go publik," ucapnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP