Menteri Rini beberkan penyebab harga gula melambung tinggi
"Gula juga melambung tinggi sampai Rp 14.000 per kilogram karena musim giling," ucap Rini.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengakui harga gula masih melambung tinggi di pasaran sekitar Rp 14.000 per kilogram. Menurut Rini, hal ini disebabkan musim giling belum terjadi.
"Gula juga melambung tinggi sampai Rp 14.000 per kilogram karena musim giling belum terjadi. Baru sekarang musim giling," ucap Rini di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Selasa (31/5).
Menekan harga gula, Rini menyebut akan terus melakukan operasi pasar gula sebanyak 180.000 ton. Gula tersebut merupakan hasil impor. Saat ini, gula yang sudah dilempar ke tingkat grosir 90.000 ton, namun hasilnya memang belum terasa.
"Memang belum terasa imbasnya. Tapi kami yakin dengan mulai gilingnya di beberapa daerah terutama di Jawa Timur dan di Jawa Tengah kita harapkan akhir minggu ini bisa lebih banyak membanjiri di pasar sehubungan dengan gula merah dengan target di konsumen Rp 12.500 per kilogram. Biarpun kita akan mencoba operasi pasar di tingkat grosir, antara Rp 11.500 sampai Rp 12.000 per kilogram."
Rini berharap pihak swasta agar mendukung karena efek swasta di nilai cukup besar
"Saya harap biarpun diberi izin impor, tapi kami ajak kerja sama swasta," jelasnya
"Marilah kita sama-sama bekerja betul-betul bagaimana memberikan kemudahan dan meringankan beban masyarakat Indonesia," tutupnya.
Baca juga:
Pemerintah beli bawang petani Rp 15.000/kg & dijual Rp 25.000/kg
Harga pangan naik, presiden perlu evaluasi kinerja Mendag & Mentan
Harga pangan naik, PDIP minta Jokowi evaluasi Mendag & Mentan
DPR geram Mentan gagal stabilkan harga pangan jelang Ramadan
Stok surplus, DPR sesalkan keputusan pemerintah impor bawang merah
Pemerintah Jokowi rajin impor demi harga pangan murah saat Lebaran
Impor pangan, Bulog keluar duit hingga USD 300 juta per tahun