Impor pangan, Bulog keluar duit hingga USD 300 juta per tahun
Merdeka.com - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menghabiskan rata-rata USD 200-USD 300 juta untuk impor pangan per tahun. Ini membebani perusahaan pelat merah tersebut lantaran penghasilan yang diperoleh dalam bentuk rupiah.
"Kami tidak ada penjualan valas, untuk pangan dalam negeri itu harus impor. Eksposur kami sangat jelas, karena pendapatan kami rupiah," kata Direktur Keuangan Perum Bulog Irianto Hutagaol di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (25/5).
Atas dasar itu, menurut Irianto, kebijakan hedging atau lindung nilai tukar rupiah terhadap valuta asing membantu Bulog dalam menjaga risiko gejolak kurs saat impor pangan.
Di luar itu, Perum Bulog masih membutuhkan bantuan perbankan nasional untuk pembukaan letter of credit (L/C). Mengingat, harga yang ditawarkan bank penerbit L/C kerap berubah sehingga menyebabkan ketidakpastian transaksi.
"Pada saat kami merencanakan impor pangan, itu dengan target harga penjualan tertentu. Namun, tergantung pada saat dokumen diserahkan kepada negotiation plan pada issuing bank. Harganya bisa tidak menentu dan tidak bisa dipastikan."
Perum Bulog mendapat pinjaman modal kerja dari perbankan sebesar Rp 40 triliun untuk impor pangan.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya