Menperin ingin harga gas industri RI di bawah USD 6 per MMbtu
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan penurunan harga gas industri harus dilakukan. Sebab, harga gas ini menjadi penentu daya saing sektor industri Tanah Air. Patokan ini disebabkan tingginya harga gas untuk industri yang mencapai USD 10-14 per MMbtu.
Pemerintah saat ini telah menetapkan patokan harga gas untuk industri sebesar USD 4-6 per MMbtu. Patokan ini disebabkan tingginya harga gas untuk industri yang mencapai USD 10-14 per MMbtu.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan penurunan harga gas industri harus dilakukan. Sebab, harga gas ini menjadi penentu daya saing sektor industri Tanah Air.
"Harga gas saya juga sampaikan benchmark dengan negara lain. Kalau kita bisa benchmark dengan negara lain maka industri hilir akan terbentuk. Rentang USD 4-6 per MMbtu. Dibawah USD 6," ujar Airlangga di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/9).
Seperti diketahui, harga gas industri di Indonesia dinilai terlalu tinggi. Harga gas di Indonesia saat ini mencapai USD 10-14 per MMbtu. Sementara di Asia, harga gas paling rendah mencapai USD 4-4,5 per MMbtu.
"Di Asia, Malaysia itu USD 4 per MMbtu. Kemudian, Jepang dan Korea USD 4,5 per MMbtu. Nah, itu salah satu benchmark untuk industri," kata Airlangga.
Baca juga:
Menperin: Harga gas RI terlalu mahal buat daya saing industri lemah
Menperin: Infrastruktur industri RI kalah jauh ketimbang Thailand
Kemenperin terbitkan beleid TKDN ponsel dan komputer tablet
Menperin: Kita pelajari harga gas RI lebih mahal dibanding Singapura
Pengembangan industri farmasi nasional terganjal pendanaan
Menperin pede ekonomi RI tahun depan tumbuh tinggi
Pemerintah buat aturan bangunan rumah pakai produk dalam negeri